Menikah Setelah Hamil, Ujian Bermunculan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Empat bulan lalu saya melangsungkan pernikahan. Tapi, saat ini istri saya sudah hamil delapan bulan, karena kami sudah sering melakukan hubungan intim sebelum menikah. Hal ini berlangsung hampir 2 tahun lamanya.

Ilustrasi

Baru tahun ini kami menikah. Saat ini rumah tangga saya selalu dirundung masalah, entah karena kekurangan ekonomi, salah paham, sampai masalah dengan pihak mertua. Yang ingin saya tanyakan:

Apakah rumah tangga saya sesungguhnya tidak diridhai Allah sehingga selalu diberi ujian?

Lalu, apakah ujian ini merupakan azab dari Allah, karena kami berdua pernah berbuat dosa?

Diatas adalah pertanyaan dari Sahabat AkuIslam.ID dari Cikarang.

Dari awal, apa yang kalian lakukan itu tidak diridhai Allah. Anda telah melakukan zina. Perbuatan Anda salah. Sementara, zina itu adalah dosa besar, yang dilarang oleh Allah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kesalahan yang awal diiringi dengan kesalahan yang selanjutnya.

Kata Nabi, orang seperti Anda ini seharusnya dulu membiarkan calon istri Anda itu untuk melahirkan dulu, baru Anda menikahi dia. Jika itu dulu dilakukan, insya Allah Anda akan baik-baik saja.

Nah, kalau melihat kasus Anda yang sudah terlanjut seperti ini, saran saya, Anda sebaiknya sekarang memperbaharui pernikahan Anda.

Dalam ilmu fiqih di sebut Tajdidun Nikah (pembaharuan nikah). Bukan pernikahan baru. Anda tidak perlu ke KUA. Yang terpenting, dalam Tajdidun Nikah itu terpenuhinya syarat dan rukun nikah. Ada pengantin laki-laki; ada pengantin perempuan; ada wali, ada 2 orang saksi; ada ijab kabul, dan ada mahar.

Jika Anda melakukan Tajdidun Nikah, insya Allah pernikahan Anda akan baik-baik saja. Hati akan lebih tenang dalam menghadapi persoalan hidup berumah tangga.

Ya. boleh jadi apa yang menimpa Anda itu termasuk azab dari Allah. Karena itu, Anda harus bertaubat kepada Allah atas dosa yang Anda lakukan itu dengan taubatan nashuha (taubat yang sebenar-benarnya).

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...