Masjid Keramat Koto Tuo, Masjid Bertuah Tahan Api

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Masjid ini adalah yang tertua di Kabupaten Kerinci, Jambi. Nama Keramat yang menyertainya terkait dengan kejadian-kejadian unik yang menimpa masjid ini dahulu kala.

Masjid Keramat Koto Tuo Pulau Tengah

Itu masjid Keramat, "Ujar sebuah suara yang langsung membuat AkuIslam.ID terjaga. Menempuh perjalanan cukup panjang dari kota Jambi ke kabupaten Kerinci selama hampir 12 jam membuat AkuIslam.ID tertidur lelah di bangku belakang mobil travel.

Tapi suara itu seperti membuat tim AkuIslam.ID mendapat kekuatan dan kesegaran baru karena perjalanan panjang itu telah sampai ke tujuan.

Mengikuti telunjuk Husin, warga Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci yang bekerja sebagai Kepala Sekolah sebuah sekolah dasar di Kabupaten Sarolangun, Jambi, AkuIslam.ID melihat papan nama bertuliskan "Masjid Keramat Koto Tuo Pulau Tengah". Tak salah lagi, inilah masjid tertua dan paling bersejarah di Kabupaten Kerinci yang telah masyhur di dalam maupun luar negeri.

Dari jalan raya masjid inimemang hanya terlihat papan nama dan sebagian kecil bangunannya saja. Masjid kebanggaan Kerinci dan warga Pulau Tengah ini letaknya tersembunyi di tengah pemukiman warga. Karena terkepung, sulit melihat bagiannya secara utuh. Barangkali kalau tak diberitahu Husin, AkuIslam.ID tak menyadari keberadaannya.

Selama dalam perjalanan, Husin sudah bercerita banyak tentang Masjid Keramat di kampungnya itu. Baginya, masjid itu memang memiliki 'keramat' tersendiri yang sudah diyakini turun-temurun. Perannya juga sangat vital di tengah masyarakat Koto Tuo yang cukup taat menjalankan ajaran Islam. Semua aktivitas ibadah masyarakat Desa Koto Tuo yang dihuni 3 ribu kepala keluarga (KK) dilakukan di masjid ini.

Tak hanya itu, masyhurnya Masjid Keramat juga menjadi arena para politisi menarik dukungan masyarakat. Banyak sudah orang-orang politik menggunakan masjid ini untuk kampanye. Seperti kampanye calon legislatif, juga pilkada bupati dan gubernur.

"Banyak juga peneliti baik dari dalam dan luar negeri yang mengunjungi masjid kami ini. Pemerintah kabupaten dan provinsi juga sudah menetapkan sebagai benda cagar budaya yang wajib dilindungi," ujar Husin.

TAHAN API

Masjid Keramat Koto Tuo Pulau Tengah

Masjid Keramat dibangun sekitar abad ke-18. Ada pula yang meyakini masjid ini dibangun pada abad ke-14. Dinamai Masjid Keramat karena masjid ini dalam riwayatnya selalu terhindar dari bencana yang terjadi di desa itu, antara lain kebakaran hebat pada tahun 1903 dan 1939, juga gempa bumi dahsyat yang terjadi pada tahun 1942. Peristiwa-peristiwa itu ternyata tidak berpengaruh apa-apa terhadap masjid tersebut.

Kebakaran pertama terjadi di desa itu pada tahun 1903 adalah akibat aksi makar serdadu Belanda yang baru menginjakkan kakinya di daerah Kerinci pada tahun 1903. Kedatangan serdadu penjajah itu tentu saja mendapat perlawanan sengit rakyat Desa Pulau Tengah yang memang fanatik Islam.

Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, akhirnya perlawanan rakyat dapat dipatahkan Belanda. Bahkan, Belanda berhasil merebut benteng pertahanan rakyat di daerah Loho Lempur, Kecamatan Gunung Raya.

Akhirnya, tercapai perundingan gencatan senjata antara pihak pejuang dan Belanda. Akan tetapi, enam bulan kemudian setelah ditandatangani perjanjian itu, pihak kompeni melakukan pengkhianatan. Secara licik dan tiba-tiba, serdadu Kompeni melakukan aksi makar dengan jalan membumihanguskan Desa Pulau Tengah yang terletak di pinggiran Danau Kerinci.

Masjid tua yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk itu pun tidak luput dari sasaran bumi hangus. Seluruh bangunan yang ada di desa itu, termasuk rumah-rumah penduduk di sekitar masjid hancur menjadi puing-puing akibat keganasan si jago merah. Tetapi, anehnya masjid tua tersebut luput dari amukan api. Masjid yang seluruhnya terbuat dari kayu itu selamat tanpa kurang satu apapun, seakan tidak pernah terjadi sesuatu pada dirinya.

Kemudian, ketika terjadi lagi peristiwa serupa pada tahun 1939, Kembali Allah SWT memperlihatkan kekuasaan-Nya, Atas izin Allah, masjid ini terhindar dari bencana kebakaran, kendati rumah-rumah di sekelilingnya musnah dilalap api.

"Saya tak mengalami peristiwa-peristiwa itu, tapi demikianlah cerita orang-orang tua di Koto Tuo," ujar Husin.

Tak hanya di situ, pada masa penduduk Jepang (1942), Desa Pulau Tengah mendapat musibah gempa bumi dahsyat. Seluruh bangunan yang ada di desa itu hancur menjadi puing-puing. Tetapi sekali lagi masjid tua ini selamat dari bencana alam itu. Inilah yang makin membuat warga makin yakin, masjid itu memang bertuah.

Dalam sejarahnya, untuk menarik simpati rakyat, pemerintah Kolonial Belanda mengambil inisiatif merenovasi Masjid Keramat ini. Masjid yang semula seluruhnya terbuat dari kayu, ditambah beberapa bagiannya menjadi tembok dan lantainya dari keramik sekalipun ornamen kayu masih sangat dominan. Atap masjid juga diganti dari ijuk menjadi seng. Arsitektur masjid tetap dipertahankan dengan bentuk atap bersusun tiga yang menjadi ciri khas masjid nusantara.

Karena keunikan sejarahnya pula, Pemerintah Kolonial Belanda mengeluarkan undang-undang Ordonantie stbl 238/1931 untuk melindungi keberadaan masji tua ini sebagai peninggalan sejarah. Papan kayu yang menginformasikan hal ini masih ada sampai sekarang.

TANPA PAKU

Masjid Keramat Koto Tuo Pulau Tengah

Jika Anda masuk ke dalamnya, akan tampak sebuah tiang besar yang tepat berada di tengah-tengah masjid. Tiang utama ini kemudian dihubungkan dengan tiang dis ebelah kiri sehingga tampak seperti jembatan. Di jembatan inilah para mauzin dahulu kala mengumandangkan adzan, memanggil umat untuk menunaikan shalat lima waktu.

Pada dinding bagian atas terdapat lukisan dalam bentuk kaligrafi al-Qur'an yang sangat indah dan artistik, ditulis oleh Kyai Haji Usman dan Muhammad Surrah. Uniknya, meskipun tulisan itu sudah berumur puluhan tahun, tetapi tulisannya masih tampak jelas, karena menggunakan cat yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

Halaman luar masjid juga cukup luas dan tampak asri. Pada serambi masjid tampak sebuah beduk antik terbuat dari kayu berukir indah. Tidak diketahui dengan pasti kapan beduk ini didatangkan dan dari mana asalnya.

Masjid berukuran 28x28 meter tersebut terbuat dari kayu yang diukir. Uniknya, tidak satupun bagian masjid yang menggunakan paku. Tiang penyangga masjid terbentuk persegi delapan, penuh dengan ukiran. Setiap ukiran bermakna. Ada ukiran berbentuk buah manggis yang bermakna perintah orang dulu keras dan tegas (hitam), tapi baik maksudnya (putih). Sesuai dengan kondisi buah manggis.

Kerangka masjid yang berasal dari kayu-kayu besar tampak menyimpan aura tersendiri di mata AkuIslam.ID. Mengingat dahulu kala belum ada transportasi atau alat berat untuk mengangkat kayu-kayu tersebut, tentulah pekerjaan itu hanya mengandalkan tenaga manusia. Bisa dibayangkan betapa teguh dan bersemangat orang-orang dahulu untuk membangun masjid tersebut dengan segala daya dan upaya yang mereka miliki.

Maka jika Anda kebetulan singgah ke Kerinci, jangan lupa untuk mengunjungi masjid ini. Melihat betapa murni dan tulusnya ruh keislaman diejawantahkan dalam sebuah masjid yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang menggetarkan ini.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...