Makan Uang Haram 20 Tahun Tak Pernah Kaya

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Aku dan keluarga tinggal di kota besar. Aku, ayah, ibu dan kedua kakakku menempati rumah di atas tanah wakaf sebuah mushala kecil di kampungku. Karena kami tinggal bersebelahan dengan mushala, maka ayahku ditunjuk menjadi ketua Ta'mir mushala.

Ilustrasi

Ironisnya kami sering menggunakan uang infak mushala untuk kebutuhan kami sehari-hari. Padahal ayahku bekerja sebagai PNS dan mempunyai jabatan di kantor. Dalam pandangan masyarakat kampung, kami termasuk keluarga yang mampu ketimbang tetangga-tetangga kami.

Teman-teman ayah sudah banyak yang punya rumah mewah, mobil, sudah berhaji, berqurban dan sebagainya. Anehnya selama 20 tahun kami tidak pernah merasakan hal itu.

Padahal ayah mempunyai gaji di atas rata-rata temannya. Akhirnya kami menyadari akan hal ini. Selama 20 tahun kami banyak memakan uang haram. Harta mushala dari infaq bulan Ramadhan atau sumbangan dari dermawan untuk pembangunan mushala malah kami makan.

Setelah banyak membaca buku, terutama buku-buku agama dan dari ceramah yang didengarkan di televisi, kami sadar keluargaku telah melakukan dosa besar.

Aku pernah mendengar bahwa orang yang makan harta haram, ibadahnya selama 40 hari tidak diterima di sisi Allah. Doanya pun tidak dikabulkan. Aku sangat menyadari hal ini. Dan karena hal ini pulalah doa-doa kami tidak terkabul, seperti ingin memiliki rumah sendiri, mobil, berhaji, berqurban, dan hidup berkecukupan.

Aku pernah membayangkan kalau pencuri kotak amal di masjid saja dipukuli sampai mati, bagaimana dengan kami?

Alhamdulillah kami bersyukur Allah masih memberi kesempatan kami untuk bertaubat. Apa jadinya jikalau perut kami nanti keluar cacing, ular, dan kalajengking? Naudzubillah min dzalik. Aku sering membayangkan hal itu, apalagi ditambah siksa kubur dan siksa akhirat nanti. Makan uang haram hidup pun tak tenteram, sering gelisah, bahkan kami sering sakit perut.

Kini kami mulai menata diri. Ketua Ta'mir diganti, manajemen keuangan pun diurus tetangga. Alhamdulillah perekonomian kami mulai membaik, setelah kami bertaubat, rezeki datang dari arah yang tidak kami sangka. Semoga Allah selalu memberi rezeki yang halal dan penuh berkah bagi kami. Amin.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...