Karma Menganiaya Saudara

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Aku terlahir kembar. Meski memiliki rupa yang sama, namun kami memiliki banyak perbedaan. Aku terlahir dengan banyak kelebihan yang tidak dimilikinya. Awalnya, keadaan itu tak berpengaruh apa-apa, namun ketika kami beranjak remaja perbedaan itu menjadi masalah besar. Ia sangat iri dengan kelebihan yang kumiliki.

Ilustrasi

Suatu ketika, saat aku sedang asyik membaca guna menyiapkan diri menghadapi OSN bidang astronomi, tiba-tiba saudaraku memanggilku berulangkali dengan keras. ia memintaku membuatkan segelas susu untuknya. Awalnya aku menolak, namun ia memaksaku hingga aku mau menuruti kemauannya.

Ketika aku sedang menuangkan air panas ke dalam gelas, tiba-tiba ia datang menghampiriku. Entah sengaja atau tidak, ia jatuhkan gelas itu tepat di atas kedua kakiku. Aku meringis kesakitan. Kedua kakiku luka akibat pecahan gelas tersebut. Setelah menjalani perawatan medis, aku disarankan memakai gips untuk membantu penyembuhan.

Penderitaanku tak sampai di situ. Aku terpaksa mundur dari OSN. padahal aku ingin sekali menjadi tamu kehormatan di museum perbintangan di Bandung, Jawa Barat. Sebab bisa meneropong bintang adalah impianku sejak kecil.

Yang lebih menyakitkan lagi, adikku menggantikan posisiku sebagai peserta. Rasanya aku ingin sekali mengatakan peristiwa pada malam itu kepada kedua orangtuaku. Namun aku lebih memilih diam agar masalah tak datang.

Seminggu kemudian orangtuaku sibuk menyiapkan keperluan adikku. Aku sempat iri melihat keakraban mereka, namun aku coba melenyapkan perasaan itu.

Beberapa hari, tersiar kabar bahwa pesawat yang ditumpangi para peserta OSN jatuh. Tanpa pikir panjang, kami sekeluarga segera berangkat. Sesampainya di lokasi, adikku telah terkapar di rumah sakit. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar. Wajahnya banyak goresan luka. Aku sangat prihatin.

Ketika ia sadar dari tidur panjangnya, ia langsung meminta maaf padaku. Ia juga menceritakan peristiwa malam itu pada kami. Awalnya orangtua kami marah padanya, namun berkat pengertianku, mereka mau merelakannya. Alhamdulillah kini aku dan adik menjadi akrab usai kejadian itu.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...