Karena Sebuah Kezaliman

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Sekecil apa pun kebaikan dan keburukan yang kita perbuat, akan kembali kepada kita. Kalau kita berbuat zalim kemudian tidak bertaubat, maka bisa jadi kezaliman yang datang kepada kita itu adalah buah dari perbuatan itu.

Ilustrasi

Apa pun bentuk kezaliman yang kita lakukan pasti balasannya diseimbangkan oleh Allah swt., sebagaimana pengalamanku yang tak terlupakan. Saat itu aku masih sekolah di salah satu STM di Tasikmalaya pada tahun 2001.

Pada suatu hari, datanglah seorang teman, sebut saja namanya si "HB". Tiba-tiba ia mengajakku untuk memberi 'pelajaran' (memukul) kepada teman lain, sebut saja namanya si "AC".

Sebenarnya aku tidak tahu menahu apa yang menjadi masalahnya. Namun karena yang mengajak adalah temanku sendiri, akhirnya tanpa banyak bertanya, aku percaya saja dengan ucapan temanku bahwa dirinya sering diejek oleh si AC.

Tidak lama kemudian, si AC yang ditunggu pun datang dan berjalan ke arah kami. Pada waktu itu aku memang sedang punya banyak masalah, dan si HP terus menerus membakar emoiku. Akhirnya, tanpa banyak basa-basa lagi aku langsung berdiri dan memukul si AC.

Tentu saja dia kaget dan spontan di berkata "Tunggu... ada masalah apa ini?"

Belum lagi mendapat jawaban, si HB langsung memukulnya lagi berkali-kali hingga tidak ada seorang pun yang melerai kami. AC meraung minta ampun, tetapi kami tidak peduli, akhirnya dia lari dan tidak kembali ke sekolah sampai lonceng pulang berbunyi.

Saat pulang sekolah, seperti biasanya sebelum pulang ke rumah, aku bersama si HB sempat nongkrong dulu di alun-alun Tasikmalaya. Ketika kami duduk dan ngobrol, tiba-tiba terdengar suara teriakan menyeru dengan lantang "Anak STM euy?"

Mendengar teriakan itu, aku kaget dan menoleh ke belakang kearah suara itu, dan ternyata puluhan anak sekolaj yang biasa menjadi lawan tawuran sekolah kami sedang berlarian menghampiri kami.

Dengan segera kami beranjak dari tempat duduk, tetapi lain lagi dengan si HB. Mungkin karena kaget, sehingga saat lari dia tidak melihat ada lubang di bawah kakinya, di terperosok dan jatuh hingga akhirnya tertangkap. Pada saat itu juga, dia langsung dikeroyok, padahal si HB belum bangun dari jatuhnya.

Aku sendiri selamat, tetapi aku mengkhawatirkan kondisi si HB, maka aku pun kembali ke alun-alun setelah kupastikan situasi dan kondisinya aman. Dengan perasaan was-was, aku mencari si HB tetapi tidak menemukannya.

Aku bermaksud pulang dan berjalan menyeberang ke jalan raya, tiba-tiba angkutan kota berhenti di depanku, padahal aku tidak memberhentikannya dan tanpa kusangka dan kuduga ternyata yang keluar dari angkutan kota itu adalah anak-anak sekolah yang menjadi lawan tawuran kami.

Dengan segera mereka menarik bajuku tanpa sepatah kata pun dan langsung mengeroyokku, tetapi untunglah polisi datang sehingga mereka pun berlarian.

Aku disuruh segera pulang oleh pak polisi dan dia berkata sambil menepuk pundakku "Orang zalim akan dibalas oleh yang lebih zalim lagi"

Demikianlah, akhirnya aku menyesali perbuatanku. Besokny aku minta maaf kepada si AC. Dia dengan lapang dada memaafkan aku dan si HB.

Allah Maha Tahu derita dan sakit orang yang teraniaya. Waspadalah dengan kezaliman diri kita sendiri, dan cepatlah bertaubat sebelum Allah membalasnya dengan yang lebih pahit lagi.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...