Terkabulnya Doa Yang Salah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Hatiku sangat sakit mendengar kabar suami pulang dari perantauan langsung ke rumah orangtuanya, tapi tidak langsung ke rumah anak dan istrinya.

Ilustrasi

Seakan-akan dia tidak merindukan kami, karena menjenguk saja pun tidak. Selama ini, ia hanya menyuruhku segera ke rumah mertua untuk menemuinya.

Kalau aku tidak mau, katanya, berarti kami selamanya takkan bertemu lagi. Dia akan berangkat ke perantauan lagi dalam waktu dekat.

Hatiku sangat tercabik-cabik mendengar kata-katanya itu. Airmata terus menggenang setiap kutatap anakku yang lugu. Selama ini bocah itu begitu merindukan ayahnya. Sejak dalam kandungan, ayahnya merantau dan belum sekalipun pulang menjenguk putranya. Nyaris bocah itu belum pernah tahu ayahnya. Yang dia tahu ayahnya adalah telpon.

Saat aku menunaikan shalat, Air mata ini terus mengalir. Kuadukan masalahku kepada Allah. Aku tak mampu menahan beban batinku. Dengan perasaan emosional, aku berdoa, "Semoga suamiku tertipu dan tidak jadi merantau lagi."

Usai berdoa, aku kemasi barang-barangku dan aku merantau tanpa izin suami, sedang anak kutitipkan kepada orangtuaku.

Empat bulan aku di perantauan, aku dengarn kabar suami ditipu sponsornya. Uang hasil jerih payah merantaunya dulu habis tak tersisa, bahkan ijazahnya juga ikut hilang.

Bahkan dia berusaha cari pinjaman untuk merantau lagi. Di perantauan, baru beberapa bulan dia sudah dipecat bosnya.

Atas kejadian itu, aku sangat menyesal karena telah mendoakan yang salah. Sesakit apapun, aku tidak akan mendoakan keburukan orang lain, Semoga pengalamanku ini bisa menjadi iktibar atau pelajaran bagi orang lain. Terlebih untuk yang sudah membaca kisahku ini.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...