Sunah Nabi Sebelum Shalat Idul Adha

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Sebelum kita menjalankan shalat Idul Adha, ada sunah-sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Mulai dari mandi, pakaian bagus, dan wangi-wangian.

Rasulullah Saw

Begitu matahari terbenam pada 9 Zulhijah, kita disunahkan mengumandangkan takbir sampai pelaksanaan shalat Idul Adha.

Setelah shalat, kita juga tetap disunahkan bertakbir sampai setelah shalat Asar di akhir hari Tasyrik (11-13 Zulhijah). Berikut sunah-sunah sebelum shalat Idul Adha yang lain:

MANDI SUNAH

Sebelum berangkat ke tempat shalat hari raya Idul Adha, kita disunahkan mandi terlebih dahulu. Mandinya tidak harus mepet setelah Subuh. Alangkah baiknya sebelum Subuh kita mandi dan segera bersiap untuk berangkat.

Mandi dalam fikih berarti membasahi semua tubuh dari ujung rambut hingga kaki, layaknya mandi jinabat, kemudian memakai wewangian.

Diceritakan dari Ibnu Umar bahwa beliau mandi sebelum pergi menghadiri shalat Id. Dari Ali pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, "Yaitu pada hari Jumat, hari Arafah, hari raya Idul Fitri, dan hari raya Idul Adha," (HR Baihaqi).

Dianjurkan pula untuk menyempurnakan kebersihan ini dengan merapikan bulu di ketiaknya, memotong kuku, dan yang lainnya, sebab dia berfungsi sebagai penyempurna kebersihan dan keindahan.

PAKAI WANGI-WANGIAN

Seperti halnya shalat Idul Fitri, sebelum shalat hari raya Idul Adha juga disunahkan pakai wangi-wangian, memakai baju yang terbaik dan memotong kuku.

Imam Said Ibnul Musayyib berkata, "Sunah Idul Fitri itu ada tiga, berjalan kaki menuju ke musala (tempat shalat). Makan sebelum keluar ke musala, dan mandi," (IRwaul Ghalil).

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad berkata, "Nabi memakai pakaiannya yang paling bagus untuk keluar (melaksanakan shalat) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha..."

JANGAN MAKAN DULU   

Setelah itu segeralah berangkat ke tempat shalat. Disunahkan tidak makan terlebih dahulu. Sebagaimana hadis Nabi dari Buraidah Ra, ia berkata, "Nabi Saw tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban (Adha) beliau tidak makan hingga kembali, lalu beliau makan dari sembelihannya," (HR Tirmizi, Ibnu Majah, Ad-Darimi dan Ahmad).

PILIH JALAN LAIN

Khusus untuk shalat hari raya, Rasulullah Saw memilih jalan yang berbeda saat beliau berangkat dan pulang. Dijelaskan dalam sabdanya dari Jabir bin Abdillah Ra, ia berkata, "Nabi Saw pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali)." (HR Bukhari).

Ada juga yang bertanya, mengapa sih pakai jalan berbeda? Imam Nawawi menjelaskan, meski pun tidak diketahui apa sebabnya beliau mengambil jalan berbeda, disunahkan untuk meneladaninya secara pasti (lihat kitab Raudlatut Thalibin).

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...