Sumpah Seorang Ibu

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Waktu aku mau menikah, ibuku kurang setuju dengan calon suamiku, karena katanya pelit dan tidak bisa dijadikan sandaran adik-adiku. Tapi aku tetap berusaha meyakinkan ibu.

Ilustrasi

Dan perkawinan pun akhirnya terlaksana juga. Setelah menikah, dengan alasan jarak, aku diajak pindah oleh suamiku untuk tinggal di rumah orangtuanya, yang kebetulan jaraknya dekat dari tempat kerja suamiku.

Seiring itu, kebetulan ibuku sering mengkreditkan barang-barang di sekitar tempat tinggalku. Di situ juga ada kawan baik ibu.

Kalau ibu kesorean, ibu sering tidur di rumah itu. Tetapi yang bikin aku tidak enak, kawan ibu cerita sama orang bahwa suamiku kalau bertemu ibu tidak pernah menegur, apalagi menawarkan tidur di rumahnya.

Sebab itu Ibu tidak pernah mampir ke rumah kami. Aku punt idak tahu hari apa saja ia menagih kreditnya.

Sore itu rupanya ibu tidur di rumah kawannya yang kebetulan dekat dari rumah bos suamiku. Dan kebetulannya lagi, sore itu aku sedang main ke rumah bos suamiku.

Aku tidak tahu kalau ibu ada di rumah kawannya. Ibu yang tahu kalau aku ada di sana sakit hati dan bersumpah (aku sendiri waktu itu tidak mendengarnya langsung), "Biarlah susah nanti dia melahirkan, biar dirasakannya melahirkan itu sakit!" Memang, saat itu aku tengah hamil muda.

Begitu kandunganku beranjak tujuh bulan, aku pulang ke rumah ibu. Ibu sudah lupa dengan sumpahnya itu. Sampai saat aku mau melahirkan, bayiku ternyata tidak keluar juga.

Semua orang nangis melihatku. Lalu ada yang menyarankan agar aku minum air bekas mandi ibu, minta maaf padanya, dan harus ibu juga yang meminumkan air tersebut sambil berkata, "Ibu sudah maafkan kamu. Keluarlah cucuku, jangan siksa ibumu!"

Lalu air tadi siap kuminum, dan bayiku langsung keluar! Subhanallah! Ternyata doa ibu sangat makbul.

Sejak itu aku selalu membuat hati ibu senang sampai hari tuanya. Ibuku ikut dengan kami sejak melahirkan anak pertama.

Semoga ini jadi pelajaran berharga bahwa surga memang di telapak kaki Ibu. Jangan kita membuatnya sakit hati apalagi sampai keluar sumpahnya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...