Shalat Jum'at Kurang Dari 40 Jamaah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Saya seorang pegawai di sebuah kilang minyak. Pegawai di sini terbagi 3 shift. Satu shift 4 orang. Alhamdulillah semuanya muslim. Saat kerja pagi dan bertepatan hari Jum'at, para pegawai tetap tidak boleh keluar shalat Jum'at, karena kilang tidak boleh ditinggal sebelum waktunya pulang kerja.

Ilustrasi

Saya pernah mengajak rekan-rekan untuk mengadakan shalat Jum'at di kilang. Saya sarankan formasinya 1 khatib dan 3 pendengar, lalu ketika mengerjakan shalat berjamaah formasinya 1 imam dan 1 makmum, 2 orang lainnya tetap bekerja, ketika 2 orang tadi selesai shalat lalu bergantian dengan 2 orang lainnya untuk shalat berjamaah dengan formasi yang sama; 1 Imam dan 1 makmum dan 2 orang yang sudah shalat Jum'at terlebih dulu akan bergantian bekerja.

Tapi mereka berkata, "Tidak sah mengerjakan shalat Jum'at kurang dari 40 orang" karena itu kami mengganti shalat Jum'at menjadi shalat Dzuhur.

Saya pernah baca pendapat beberapa Imam Mazhab yang mengatakan shalat Jum'at boleh dilakukan kurang dari 40 orang, minimal 12 orang dan ada juga minimal 3 orang dan saya pernah sebuah artikel bahwa shalat Jum'at sama seperti sahnya shalat berjamaah: yaitu 1 imam dan 1 makmum.

Bagaimana seharusnya kami melakukan shalat Jum'at dalam kondisi seperti itu?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Bogor.

Pendapat-pendapat yang Anda catat seperti di atas itu benar. Tetapi yang perlu diketahui bahwa shalat Jum'at itu rukunnya harus ada khutbah.

Jadi kalau shalat saja tanpa khutbah, maka tidak bisa. Oleh sebab itu, jika terjadi kondisi yang tidak normal seperti kasus di atas, maka lebih baik shalat Dzuhur saja.

Anda dan karyawan lain mestinya bisa menuntut hak kepada perusahaan yang memperkerjakan agar bisa menjalankan shalat Jum'at dan shalat-shalat fardhu lainnya secara normal. Sebab kebebasan beribadah jelas dijamin oleh undang-undang.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...