Selesai Haid Tak Kunjung Mandi

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ketika haid telah usai, wajib bagi para muslimah untuk menyegerakan mandi suci dari hadas besar. Namun bagaimana jika selepas haid tapi tidak segera mandi besar? Bagaimana cara menghitung qada shalat atau puasanya?

Ilustrasi

Seperti pada bulan sebelumnya, Okfin (26) mengeluarkan darah haid selama tujuh hari. Meskipun telah memastikan bahwa sudah tidak ada darah yang keluar, namun dia tidak segera mandi besar (bersuci).

Menurut ibu satu anak ini, ketika dia mendapati darah haid telah berhenti, saat itu sedang tengah malam sehingga dia enggan untuk mandi besar. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah keputusannya untuk tidak segera mandi dibenarkan?

Kemudian selang antara waktu darah berhenti hingga dia mandi suci apakah tetap di haramkan melakukan hal-hal yang diharamkan saat haid/nifas?

TETAP HARAM

Bagi muslimah yang haid/nifas memang diharamkan baginya untuk melakukan beberapa aktifitas/ibadah yang sebelumnya dianjurkan bahkan diwajibkan. Antara lain shalat, sujud syukur/tilawah, tawaf, puasa, itikaf, masuk masjid, membaca, menyentuh, dan menulis Alquran, bersuci, bersetubuh, di talak, bersenang-senang (istimta).

Namun dalam kitab Fathul Wahab juz 1 hal 26 dijelaskan bahwa bagi muslimah yang telah selesai haid, namun belum juga melakukan mandi besar, maka bagi dia tetap diharamkan untuk melakukan perkara yang diharamkan saat haid, kecuali lima hal, antara lain:

LIMA HAL

Pertama, berpuasa. Apabila berada di bulan Ramadan dan ketika malam sudah selesai haidnya, namun belum mandi, maka pagi harinya tetap berkewajiban puasa. Artinya dia harus tetap melakukan puasa meskipun dia belum mandi.

Kedua, dicerai. Bagi para suami haram baginya untuk menjatuhkan talak kepada istri yang sedang haid, namun ketika sudah berakhir haidnya, maka boleh bagi suami menjatuhkan talaknya, meskipun sang istri belum mandi.

Ketiga, bersuci. Saat haid atau nifas para muslimah diharamkan untuk melakukan bersuci (wudu atau mandi jinabat) namun ketika haid sudah selesai, hal ini diperbolehkan.

Keempat, lewat dalam masjid. Boleh bagi muslimah yang telah selesai haidnya untuk melintasi masjid dengan tujuan tertentu (tidak bermain-main).

Kelima, shalat. Untuk muslimah yang sudah selesai haidnya namun tidak menemukan air maupun debu untuk bersuci, maka baginya boleh melakukan shalat, meskipun tanpa bersuci terlebih dahulu. Namun hal ini sifatnya darurat sehingga ketika sudah menemukan air atau debu wajib qada.

Dengan demikian maka bagi Okfin, jika mandi malam tersebut membawa kemudharatan baginya, maka keputusan untuk menunda diperbolehkan. Namun baginya tetap diharamkan larangan-larangan yang telah ditetapkan saat haid tiba. Kecuali ada lima hal seperti yang disebutkan di atas untuk dilakukan. Semoga penjelasan ini dapat membantu dalam memahami hukum fikih, sehingga ibadah yang dilakukan bisa lebih sempurna. Wallahu'alam bissawab.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...