Penyesalan Seorang Nenek Buta

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Karena mengingat dosa semasa hidup, seorang nenek yang sedang shalat jatuh tersungkur dan menangis. Ia merasa memiliki banyak dosa kepada sang Khalik. Subhanallah, karena tobatnya yang tulus itu, Allah mengambil nyawanya dengan sangat mudah. Bahkan saat roh sang nenek dicabut, ia sempat melihat keindahan surga.

Ilustrasi

Pada suatu saat, ada seorang nenek tua yang sedang shalat sambil menangis terisak di mimbar Nabi Daud AS. Saleh Al Muri melihat sang nenek menangisi semua dosa semasa hidupnya. Setelah selesai shalat, nenek itu mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa, "Ya Allah, Engkaulah tempatku memohon dan Pelindungku dalam hidup. Engkaulah penjamin dan pembimbingku dalam mati. Wahai Yang Maha Mengetahui perkara yang tersembunyi dan rahasia serta setiap getaran batin, tidak ada Tuhan bagiku selain Engkau ," doa nenek penuh penyesalan. Melihat sedemikian terpukulnya batin si nenek, Saleh Al Muri mendekati dan menyapa nenek itu.

"Assalamualaikum. Mengapa engkau shalat sambil menangis?" tanya Saleh Al Muri. Namun nenek tua itu tampak bingung mencari asal suara itu. Rupanya nenek itu mengalami kebutaan di kedua matanya, sehingga tak melihat sosok Saleh Al Muri yang berada di sampingnya.

"Apa yang menyebabkan engkau buta?" tanya Saleh lagi sebelum pertanyaan pertamanya dijawab.

"Wahai pemuda, aku menangis karena terlalu banyaknya melakukan maksiat kepada Allah SWT. Jika Allah tidak mengampuni dosaku, buat apa kedua mata ini bisa melihat, tetapi kelak di akhirat akan dibakar api neraka," terang nenek yang membuat Saleh ikut menangis karena sangat terharu mendengar penuturan nenek itu.

DIBACAKAN ALQURAN

Tampaknya, tangisan Saleh ini terdengar oleh nenek tua itu, sehingga nenek tidak melanjutkan bicaranya. Setelah suara menangis Saleh tidak terdengar, maka sang nenek ini melanjutkan bicaranya dengan suara agak pelan.

"Wahai pemuda, sudikah kiranya engkau membacakan sesuatu dari ayat Alquran untukku. Karena aku sudah sangat rindu mendengarkannya."

Tanpa menunggu lama, Saleh langsung membacakan salah satu surat dalam Alquran. Dan kebetulan ayat yang dibacanya memiliki arti sebagai berikut, "Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya," (QS Al An'am: 91).

Setelah mendengarkan ayat tersebut, nenek itu bertanya lagi. "Wahai pemuda, siapakah sebenarnya orang yang beriman kepada-Nya dengan sebenar-benarnya iman?"

Mendapat pertanyaan itu, Saleh hanya diam. Dan ketika akan menjawab, tiba-tiba nenek itu terjatuh dan kemudian meninggal dunia seketika itu. Saleh merasa sangat bersedih dengan kejadian itu. Sehingga pada malam harinya Saleh bermimpi berjumpa dengan nenek itu.

KEINDAHAN SURGA

Dalam pertemuaan itu, sang nenek tengah mengenakan baju yang sangat indah. Apalagi dia kelihatan agak muda. Tentu saja membuat Saleh penasaran, "Wahai nenek, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Saleh penasaran.

"Alhamdulillah, aku sekarang ini baik-baik saja. Bahkan lebih baik dari hari kemarin. Bahkan saat rohku dicabut pun, tidak mengalami kesakitan," ujarnya singkat.

"Apa yang Nenek maksud? Apakah engkau bahagia sekarang ini?" kata Saleh yang tak puas dengan jawaban si nenek yang sesingkat itu.

"Wahai pemuda, saat rohku melayang, aku merasa melihat keindahan surga. Dan keindahan itu tidak bisa aku bayangkan. Indah sekali," ucap nenek terlihat riang gembira dan menampakkan wajah penuh kegembiraan.

Setelah kejadian itu, Saleh mengucap tasbih. Ia menyebut kebesaran kekuasaan Allah SWT. "Subhanallah, sungguh mulia tobat nenek itu. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya," harap Saleh.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...