Nadzar Yang Terlupakan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Aku menikah awal Januari 2007. Alhamdulillah, setelah tiga bulan menikah, aku hamil. Aku dan suami sangat bahagia, namun sayang kebahagiaan itu hanya sesaat, sebab baru berjalan sembilan minggu, aku keguguran.

Nadzar

Tapi syukur Alhamdulillah empat bulan kemudian aku hamil lagi. Namun, aku sering sakit dan tidak bisa makan. Kesehatan dan tubuhku turun drastis.

Karena aku bukan orang mampu, aku tak bisa memberikan yang terbaik untukku dan bayiku. Namun sebagai ibu yang pernah mengalami keguguran, aku ingin calon bayiku kali ini selamat, sehat sampai aku melahirkan dan untuk itu aku bernadzar, 'Bila aku akan menyedekahkan rezeki yang kudapat setiap bulan Rp. 50.000,- agar semoga anakku selamat."

Usia kehamilanku tanpa terasa masuk bulan keempat, lalu bulan kelima dan ke enam. Sementara itu nadzar aku keluarkan dengan benar. Tapi bulan ketujuh, sampai tanggal perkiraan melahirkan tanggal 2 juli 2008, aku lupa nadzarku lewat sepuluh hari.

Sementara itu, belum ada tanda-tanda melahirkan. Iseng-iseng aku baca majalah lama di rumah mertuaku. Aku tersentak, aku ingat nadzarku. Maka akupun bergegas mengambil dompet dan mengeluarkan uang Rp. 25.000,- yang ada.

Lalu aku kasihkan ke anak yatim. Besoknya, aku telepon suamiku untuk menyuruh transfer duit ke yayasan anak yatim yang ada di Surabaya.

Aku telpon balik. Aku desak suamiku yang belum mentransfer. Kembali aku desak suamiku. Tepat hari Kamis tanggal 17 Juli suamiku transfer uangnya.

Jumat pagi pukul 04.20 WIB aku mengalami kontraksi. Ketubanku keluar pukul 9. Aku dibawa ke bidan, tapi sayang sampai pukul 23.00 WIB malam belum keluar juga.

Bidan mengatakan tak sanggup. Aku pun dibawa ke rumah sakit. Tengah malam, persisnya pukul 01.00 WIB lewat 40 menit kemudian, anakku lahir.

Aku terdiam, menangis mengucap syukur. Aku sadar dan tak bisa membayangkan apa jadinya bila aku terlupa nadzarku. Alhamdulillah melalui buku majalah yang aku baca menyadarkanku, akhirnya tanggal 19 juli 2008 bayi laki-lakiku lahir. Mundur 17 hari dari perkiraan bidan.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...