Nabi Berdoa Minta Hujan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ketika kesulitan mendapatkan air, para sahabat Rasulullah mengadukannya kepada Rasulullah Saw. Kemudian Rasulullah Saw melakukan shalat dan berdoa minta diturunkan hujan. Doa tersebut langsung dikabulkan Allah SWT dan tak lama kemudian hujan pun turun. Berikut kisahnya.

Hujan

Kisah Rasulullah berdoa meminta hujan menjadi asbabun nuzul beberapa ayat di Alquran surat Al Waaqi'ah. Asbabun Nuzul adalah sebab-sebab turunnya Alquran atau suatu peristiwa yang menggambarkan tentang sejarah turunnya Alquran sesuai dengan situasi saat itu.

Allah berfirman, "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil 'alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Alquran ini? Kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah," (QS Al Waaqi'ah: 79-82).

Dalam satu riwayat disebutkan, ketika turun hujan pada masa itu, Rasulullah Saw bersabda, "Di antara manusia ada yang bersyukur dan ada yang kafir karena turun hujan. Kemudian di antara sahabat yang hadir berkata, 'Ini adalah rahmat yang diberikan oleh Allah untuk kita.' Sedang yang lain berkata 'Sungguh tepat ramalam si fulan'."

TURUN HUJAN

Dari kisah tersebut maka turunlah ayat lain dalam Surta Al Waaqi'ah yang berbunyi, "Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Alquran. Sesungguhnya sumaph itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh)," (QS Al Waaqi'ah: 75-78).

Ayat tersebut tidak lain untuk mengingatkan kaum yang sesat bahwa semua yang terjadi itu atas kehendak Allah SWT. Manusia sama sekali tidak akan berdaya dengan segala kehendak yang terjadi, baik sekarang maupun yang akan datang.

Kemudian dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa ayat 75-82 dalam surat Al Waaqi'ah turun berkenaan dengan serombongan kaum Anshar waktu Perang Tabuk yang beristirahat di Hijr (peninggalan kaum Nabi Shalih AS).

Kaum Anshar itu dilarang menggunakan air yang ada di tempat tersebut. Kemudian mereka pun pindah ke tempat lain, tetapi di tempat yang baru itu mereka juga tidak mendapatkan air sama sekali.

Sebagian dari mereka lantas mengadukan hal itu kepada Nabi Muhammad Saw. Mereka menyebut keberadaan air begitu penting bagi mereka. Menanggapi pengaduan itu, Rasulullah Saw pun kemudian melakukan shalat dua rakaat dan berdoa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sehingga umatnya tidak kehausan.

BANTAHAN RAMALAN

Beberapa saat setelah didoakan Rasulullah, awan-awan di langit terlihat berkumpul dan kemudian terjadilah mendung. Tak lama kemudian hujan yang dinantikan itu turun mengguyur bumi atas perintah dan karunia Allah sehingga para sahabat dan umat Rasulullah Saw pun dapat minum sepuas-puasnya.

Akan tetapi, di balik nikmat itu, ada seorang Anshar berkata kepada seorang lainnya yang dituruh munafik, "Bagaimana pendapatmu setelah Nabi Saw berdoa dan turun hujan untuk kepentingan kita?"

Orang itu menjawab, "Kita diberi hujan tidak lain karena ramalan seseorang."

Dari kemunafikan itu, kemudian Allah menurunkan ayat di atas untuk mengingatkan umat Islam bahwa segala sesuatu itu ditetapkan oleh Allah SWT.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...