Mimpi Yang Terindah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Suatu hari ada dua orang pria yang ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Kali ini mereka ingin berlomba untuk membuat mimpi yang paling indah. Lalu bagaimana cara Abu Nawas membuat mimpi terindah sehingga memenangkan perlombaan itu?

Kisah Abu Nawas

Suatu hari, Abu Nawas kedatangan tamu tak diundang. Seorang yogis (ahli yoga) serta seorang pendeta. Mereka ternyata telah bersekongkol untuk memperdaya Abu Nawas. Dua pria ini sangat penasaran dengan kecerdikan Abu Nawas.

Ketika mereka datang, Abu Nawas sedang melakukan shalat Dhuha. Istri Abu Nawas mempersilahkan kedua pria itu masuk.

Setelah shalat, Abu Nawas menemui mereka. "Kami sebenarnya ingin mengajak engkau melakukan pengembaraan suci. Kalau engkau tidak keberatan, bergabunglah bersama kami," kata ahli yoga itu.

Dengan semangat Abu Nawas menerima ajakan itu. Lalu keesokan harinya, mereka berangkat bersama. Abu Nawas mengenakan jubah seorang sufi. Ahli yoga dan pendeta memakai seragam keagamaan mereka masing-masing. Saat hari sudah sore, ketiganya diserang rasa lapar. Maklum ketiganya tidak membawa perbekalan.

"Hai Abu Nawas, bagaimana kalau engkau saja yang mengumpulkan sedekah, Karena kami akan mengadakan kebaktian," kata pendeta.

LARANGAN MAKAN

Tanpa banyak bciara Abu Nawas berangkat mencari dan mengumpulkan sedekah dari rumah ke rumah. Setelah cukup, ia membeli makanan dari sedekah tersebut. Lalu Abu Nawas segera mengajak kedua rekannya itu makan, namun ternyata keduanya menolak.

"Jangan sekarang, kami sedang berpuasa," kata ahli yoga yang dibenarkan oleh pendeta.

Meskipun Abu Nawas meminta bagiannya saja untuk dimakan dan menyisakan bagian ahli yoga dan pendeta itu, namun keinginannya tetap ditolak. Abu Nawas mencoba merayu, namun tak ada hasil.

"Bagaimana kalau kita mengadakan perjanjian?" kata pendeta kepada Abu Nawas.

Pendeta menjelaskan, siapa yang memiliki mimpi terindah maka akan mendapatkan bagian makanannya terbanyak, begitu juga sebaliknya.

LOMBA MIMPI

Malam semakin larut, pendeta dan ahli yoga mengantuk dan tertidur. Abu Nawas tidak bisa tidur. Ia hanya berpura-pura tidur. Setelah merasa yakin teman-temannya sudah terlelap. Abu Nawas menghampiri makan itu dan menghabiskannya, setelah kenyang barulah dia bisa tidur.

Paginya mereka bangun bersamaan, Ahli yoga dengan wajah berseri-seri bercerita, bahwa dia telah bermimpi memasuki sebuah taman yang mirip dengan Nirvana.

Pendeta itu sangat memujinya, kemudian dia juga bercerita tentang mimpinya, "Aku seolah-olah menembus ruang dan waktu. Aku bertemu dengan pencipta Agamaku lalu aku diberkatinya".

Ahli yoga juga memuji-muji kehebatan mimpi pendeta, Abu Nawas hanya diam. Ia bahkan tidak merasa tertarik sedikitpun.

Kini giliran Abu Nawas yang bercerita. Menurut Abu Nawas, dia bermimpi dengan Nabi Daud As yang ahli berpuasa. Dalam mimpinya Nabi Daud As memerintahkan Abu Nawas untuk segera berbuka puasa.

"Karena yang menyuruhku Nabi Daud, jadi aku tidak berani membantahnya, setelah bangun aku langsung makan makanan itu.

Kini pendeta dan yodis itu kelaparan, dia menyesal dan mengakui kehebatan atas kecerdikan Abu Nawas itu.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...