Menyatukan Karakter Suami-Istri Yang Berbeda

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya ibu rumah tangga yang sudah 7 tahun menikah. Saat ini saya sudah dikaruniai 1 anak. Sebenarnya, perjalanan hidup rumah tangga kami baik-baik saja. Hanya saja, itu semua bisa berjalan baik karena selama ini saya yang sering 'mengalah' dengan suami, dalam hal apa pun. Tetapi, sebagai manusia biasa, terkadang saya merasa kesal. Karena saya selalu berada pada posisi mengalah.

Ilustrasi

Kami berdua memiliki karakter dan kebiasaan berbeda. Sifat dan cara pandang kami pun sepertinya berbeda. Padahal, sewaktu berpacaran, saya merasa cocok dengannya, lantaran kami memiliki karakter yang sama. Tetapi, setelah menikah, saya baru tahu bagaimana sebenarnya karakter dan sifat suami saya.

Tetapi sejujurnya, saya tidak mau pernikahan kami hancur dan rusak, apalagi hingga bercerai lantaran karena persoalan ini. Sebab, sejatinya manusia memang dianugerahi Allah dengan sifat dan karakter berbeda-beda.

Karena itu saya minta masukan dan nasihat dari AkuIslam, bagaimana caranya agar pernikahan kami bisa berjalan lancar. Bagaimana kiat-kiat agar saya dan suami bisa saling mengerti dan memperkecil perbedaan karakter diantara kami agar tidak terjadi kecekcokan?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Semarang.

Coba Anda lihat QS. an-Nisa: 1. Maksud dalam ayat tersebut, suami dan istri dalam Islam tidak berarti 'kepemilikan'. Kau miliku, aku milikmu. Itu salah. Seorang istri itu tidak seperti gelas, yang bisa kita pakai, kita jual, terus kita gadaikan, bisa juga kita tendang, dan sebagainya.

Dalam Islam, orang menikah itu 'jawwaz' (pasangan). Istri adalah pasangan suami, dan suami adalah pasangan istri.

Disini ada makna 'saling'. Karena itu, yang harus selalu mengerti tidak selalu istri. Suami juga harus mengerti apa yang dikehendaki istri. Apa yang dikehendaki suami, istri harus mengerti. begitu juga sebaliknya. Apa yang dikehendaki istri, suami juga harus mengerti.

Contoh sederhananya, soal makanan. Apa yang diinginkan suami, istri harus mengerti. Dan, apa yang diinginkan istri, suami juga harus mengerti.

Di situ pentingnya berumah tangga, yaitu menyatukan dua karakter yang berbeda. Bagaimana cara untuk saling mengerti? Kita harus saling komunikasi. Apa yang tidak disukai bagi seorang istri terhadap suaminya, di harus bicara.

Jangan diam saja. Cara lainnya adalah dengan mengkombinasikan apa yangd isukai oleh suami maupun istri. Misalnya, jika suaminya orang Padang pada umumnya senang makanan pedas, sementara sang istri dari Jawa, yang umumnya senang makanan yang manis, maka cobalah buat makanan yang rasanya manis pedas.

Atau, buatlah makanan selang-seling. hari ini pedas, besok manis. Begitu insya Allah lama-lama tumbuh rasa saling mengerti satu sama lain.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...