Masuk Islam Karena Suara Azan Misterius

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Hidayah Allah datang memang tidak disangka-sangka. Yang jelas, hidayah tersebut akan membuat seseorang terus merasa tenteram dan mantap menerima Islam. Sebagaimana yang dialami Siti Alfa Hassnah yang mendapatkan hidayah melalui mimpi misterius. Berikut penuturan kisahnya.

Pengeras Suara Masjid

Dengan mengucap syukur alhamdulillah, sampai saat ini saya masih menyandang status sebagai muslimah. Kenalkan, nama saya Siti Alfa Hassanah, tinggal di Ciledug, Tangerang. Saya lahir dalam keluarga Non-Muslim yang sangat kuat.

Saya termasuk orang yang sudah menerima ajaran agama baru. Tetapi, pada suatu malam saya bermimpi ditemui sosok Ibu yang bercadar dan bapak yang kedua mukanya itu tidak kelihatan karena bercahaya dengan pakaian serba putih.

Setiap kali saya mendapat masalah, pasti dia selalu datang dalam mimpi saya untuk membantu. Dalam mimpi, saya pun sering diajak ke sebuah sudut oleh ibu dan bapak itu. Mereka mengajari saya tentang Islam. Suatu ketika saya pernah bermimpi, dalam mimpi itu saya berdiri di sebuah kerumunan pasar dan ditarik oleh ibu tadi ke jalan yang lurus.

ADZAN MISTERIUS

Mungkin itu adalah sebuah pertanda bahwa saya harus masuk Islam. Akan tetapi, saya hanya mengikuti dan masih bingung karena orang non-muslim selalu memakai logika dalam jarannya. kejadian aneh seperti ini terus datang sebelum saya menjadi mualaf.

Ketika bangun tidur, pasti saya menangis. Pada suatu waktu di Bali, kota tempat saya bekerja, saya sering mendengar suara orang ngaji dan suara azan yang bukan pada waktunya. Suara itu sangat merdu dan nyaman di dengar, padahal saya baru pertama kali mendengarnya. Aneh memang, suara itu bisa masuk meski bangunan di kantor dibuat kedap suara.

Saya pun akhirnya pergi bertanya ke semua orang tentang makna apa yang saya alami. Dalam pencarianku itu, tiba-tiba seorang teman memberikan jawaban bahwa saya harus segera masuk Islam. Akan tetapi, saya tidak langsung percaya dan pindah agama. Saya terus bertanya-tanya dan penasaran dengan makna kejadian yang saya alami. Seorang teman telah menyarankan kepada saya untuk pindah agama dulu baru mencari jawabannya.

Menurut teman saya, setelah masuk Islam bisa sambil terus mencari jawaban tentang Islam, hal tersebut termasuk ibadah dan saya akan mendapatkan pahala. Berbeda dengan kamu mencari jawaban dulu, baru masuk Islam maka itu tidak akan mendapatkan pahala.

Tapi dalam hati saya menolaknya, saya harus tetap mencari jawaban dulu baru masuk Islam. Saat itu, teman yang memberikan jawaban tentang arti mimpi saya adalah calon suami saya yang sekarang. Saya pun sering bertanya kepada calon suami saya, tetapi dia tidak pernah mau memberitahu tentang Islam lebih jauh.

Dia hanya menyuruh saya untuk membaca buku tentang Islam dan mencaritahu di Internet.

DIASINGKAN KELUARGA

Setelah mengikuti saran teman, saya mulai banyak membaca buku tentang Islam, di antaranya kisah tentang nabi-nabi hingga saya mulai senang dengan Islam. Pada akhirnya saya pun memutuskan untuk menjadi mualaf. Setelah Asar, 28 Agustus 2006, saya mengucapkan dua kalimat Syahadat sebagai syarat wajib untuk masuk Islam. Selain itu, syaa juga telah menikah dengan teman saya tanpa restu kedua orang tua.

Selanjutnya, saya dipanggil empat mata oleh ayah. Saat itu saya disuruh menjelaskan alasannya kenapa saya jadi Mualaf.

Suami saya berpesan kepada saya agar saya diam supaya tidak menyakiti hati orang tua saya karena saya masih baru belum tahu banyak tentang Islam. Tapi ayah saya terus mendesak supaya saya menjelaskan alasannya kenapa pindah agama.

Sebelumnya ayah juga pernah membaca Alquran dan terjemahan bahasa Indonesia. Dia juga banyak mempelahari tentang semua agama yang ada di dunia. Setelah itu, dia menjelaskan tentang Islam karena tahu dari Alquran, apa saja yang menjadi perintah dan larangannya. Saya hanya bisa menangis dan mengucap istigfar karena hati dan telinga saya merasa panas saat ditanya-tanya.

Walaupun saya ingin melawannya, tetapi saya ingat dia adalah orang tua saya dan saya tidak ingin ada perpecahan dalam keluarga. Akhirnya saya pun pergi dengan suami saya ke Batam selama tiga tahun. Saya tidak ingin mempermalukan kedua orang tua saya yang menjabat sebagai pengurus dalam agamnya. Saya pun mengalah untuk pergi dari rumah. Selama tiga tahun saya tidak pernah kontak dengan keluarga.

Adik saya menangis meminta pada orang tua agar menyuruh saya pulang ke rumah. Mendengar permintaan adik saya, orang tua pun menyuruh saya untuk pulang ke rumah. Tidak pikir panjang, dengan senang hati saya pun langsung pulang ke rumah. Ketika sudah di rumah, saya merasa canggung untuk salat Subuh karena pebredaan agama dengan keluarga.

Akan tetapim, mereka malah bertanya kepada saya sudah shalat Subuh belum? Sambil menyuruh saya supaya menjalankan perintah dan larangannya. Saya fikir mereka akan marah kepada saya, tetapi sebaliknya apa yang saya takutkan tidak terjadi, malah kedua orang tua mengingatkan saya untuk menjalankan perintah dan larangannya. Sampai sekarang saya pun tidak canggung lagi untuk menjalankan tugas sebagai seorang muslim.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...