Kisah Kematian Seorang Raja Sombong

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ketika diberikan kesempatan memilih keadaan ketika nyawa dicabut, seorang raja yang juga mantan pendeta memilih mati dalam keadaan sujud. Permintaan itu dikabulkan karena tobatnya diterima Allah SWT.

Ilustrasi

Diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih, bahwa di zaman dahulu ada seorang pendeta Yahudi yang kemudian masuk Islam. Karena pengaruhnya yang besar, maka ia pun diangkat menjadi raja bagi rakyatnya. Akan tetapi raja itu masih belum juga meninggalkan seluruh kesombongannya.

Pada suatu hari, raja yang agung tersebut ingin berkuda ke seluruh pelosok kerajaannya. Ia ingin menunjukkan kehebatannya kepada seluruh rakyatnya. Rupanya saat itu datang iblis yang membisikkan sesuatu ke telinganya. Iblis itu merayu agar raja bersikap sombong dan memandang rendah orang lain.

Kemudian Raja itu memerintahkan para pejabat, pengawal dan pembesar kerajaan untuk menyiapkan kuda tunggangan agar masyarakat melihat kekuasaannya.

MALAIKAT MENYAMAR

Dalam sekejap, pakaian kebesaran dan kuda bernama AS Sabak telah siap di pintu kerajaan. Kuda As Sabak tersebut terkenal dengan kuda yang kuat dan cepat larinya. Dengan menegakkan dadanya. Raja memacu kuda itu di depan pasukan. Dia merasa bangga dan sombong dengan kehebatan dan kekuasaannya.

"Siapa yang dapat menyamai aku di dunia ini?" ujar Raja menyombongkan diri kepada rakyatnya dengan suara lantang.

Raja tak melihat seorang pun yang hebat di hadapannya. Namun, tiba-tiba dihadapannya berdiri seorang laki-laki yang berpakaian compang camping memberi salam. "Assalamualaikum, wahai raja," salam laki-laki itu.

Raja tak membalas salam itu. Bahkan, ia tak menggubris kehadiran laki-laki berpakaian lusuh itu. Merasa tak mendapatkan respon, laki-laki itu kemudian memegang tali kuda sang raja. "Lepaskan tanganmu dari tali kuda ini. engkau tidak tahu tali kuda siapa yang engkau pegang," kata raja dengan angkuhnya.

"Aku mempunyai keperluan denganmu," ujar laki-laki itu lagi.

"Baiklah, sabarlah, tunggu aku turun," jawab sang Raja.

Namun, sebelum raja itu turun, laki-laki itu kembali mencegahnya.

"Keperluanku adalah saat ini juga, bukan saat engkau turun dari kudamu," kata laki-laki misterius itu.

"Baiklah, katakan apa keperluannya," ucap Raja.

Laki-laki misterius itu kemudian membisikkan sesuatu ke telinga sang raja.

"Aku Malaikat Maut. Aku hendak mencabut nyawamu." ucap laki-laki yang ternyata malaikat maut itu.

MATI SAAT SUJUD

Mendengar penuturan itu, raja menjadi tegang. ia meminta kepada malaikat maut untuk menangguhkan pencabutan nyawanya sampai ia pulang dan berpamitan dengan istri dan anak-anaknya.

"Tidak, engkau tidak akan melihat mereka lagi untuk selamanya karena jatah umurmu sudah habis sekarang juga." ujar Malaikat Maut lagi.

Raja yang sombong itu kemudian bertobat dengan kesombongannya. Dan pertobatannya diterima Allah SWT. "Cara seperti apa yang engkau sukai ketika aku mencabur nyawamu? Aku diperintahkan mencabut nyawamu dengan cara yang engkau pilih dan engkau inginkan," kata Malaikat Maut.

"Izinkanlah aku mengambil air wudu dan melaksanakan shalat. Ketika aku sujud, cabutlah nyawaku," ujar raja.

Maka malaikat memberikan kesempatan kepada raja itu untuk berwudu dan melaksanakan shalat. Ketika tengah sujud, malaikat maut mencabut nyawa raja itu.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...