Ketika Iblis Terkalahkan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Bukan iblis namanya jika ia diam saja ketika melihat manusia istiqomah. Sama halnya ketika ia melihat Nabi Zulkifli memenuhi janjinya ke pada raja. Iblis menguji kesabaran dan kesanggupan beliau. Namun, sekali lagi iblis terkalahkan. Nabi Zulkifli tak mempan digoda iblis walau berkali-kali.

Ilustrasi

Basyar adalah seorang pemuda yang teguh pendirian serta sabar. Ia tinggal di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Pada suatu hari, raja tersebut mengumpulkan semua rakyatnya. "Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang hari berpuasa dan jika malam hari beribadah?" tanya raja tersebut. Ternyata sang raja sedang mencari pengganti dirinya.

Mendengar pertanyaan itu, rakyatnya diam seribu bahasa. Mereka hanya bisa saling pandang tanpa mengatakan kesanggupannya.

Tak lama kemudian, seorang pemuda memecahkan keheningan. Sambil mengangkat tangannya, ia berkata ia sanggup melakukan apa yang diminta rajanya.

"Saya sanggup wahai Paduka," kata pemuda yang dikenal dengan nama Basyar itu.

"Benarkah apa yang engkau katakan wahai anak muda?" tanya raja.

"Aku sanggup berlaku sabar jika siang hari berpuasa dan jika malam hari beribadah," jawab Basyar. Sejak saat itulah dia dipanggil dengan sebutan Zulkifli yang artinya "Sanggup". Dan beliau akhirnya diangkat menjadi raja.

MENGGANGGU TIDUR

Zulkifli benar-benar bisa melakukan syarat yang diminta rajanya. Bila waktu malam telah tiba, ia beribadah dan di waktu siang hari, Zulkifli selalu berpuasa. Melihat keteguhan iman dan kesabaran Zulkifli ini, iblis laknatullah seolah tak rela. Bukan iblis namanya kalau dia merelakan suatu kebaikan.

Ketika iblis mengetahui Zulkifli hanya tidur dalam waktu yang tidak terlalu lama di malam hari, iblis berusaha mengganggu tidur Zulkifli yang hanya sebentar itu. Iblis berpikir bahwa bila ia berhasil membuat Zulkifli tidak tidur di waktu tersebut (malam hari), maka iblis yakin kalau Zulkifli akan kesulitan beribadah di tengah malam.

Iblis memiliki siasat untuk menghadapi Zulkifli dengan menjelma menjadi seorang kakek. kakek itu datang dan berpura-pura mengadukan nasibnya kepada Zulkifli. "Hamba seorang musafir, barang-barang hamba dirampok di perjalanan," kata Kakek itu.

"Datanglah besok pagi, akan kuputuskan masalahmu dalam sidang," jawab Zulkifli.

Namun, pada keesokan paginya, kakek itu tidak datang. Setelah ditunggu hingga sore di rumah sidang, kakek itu juga tak kunjung nongol. Namun, ketika malam harinya, saat Zulkifli hendak beristirahat, kakek itu datang lagi menghadap. "Memang engkau baru datang, bukanlah engkau berjanji akan datang pagi hari?" tanya Zulkifli.

"Orang yang merampok saya cerdik Tuanku. Jika waktu sidang dibuka, barang saya dikembalikan, dan jika sidang hendak ditutup, barang saya dirampasnya kembali," jawab kakek itu.

MENGUJI KESABARAN

Pada suatu malam, Raja Zulkifli sangat mengantuk. Ia telah berpesan kepada para penjaga agar menutup semua pintu dan menguncinya. Saat hendak membaringkan diri, terdengar suara pintu kamarnya diketok orang.

"Siapa yang masuk?" tanya Zulkifli kepada prajurit penjaganya.

"Tidak ada seorang pun yang masuk Tuanku," jawab prajurit.

Zulkifli heran, jelas-jelas tadi ia mendengar suara pintu diketuk. Lalu Zulkifli memeriksa sekeliling rumah dan ternyata dia menemukan kakek yang bermasalah tersebut.

Ia merasa heran, padahal semua pintu jelas telah terkunci rapat. "Engkau bukan manusia, engkau pasti iblis," kata Zulkifli.

"Ya, aku memang iblis yang ingin menguji kesabaranmu. Ternyata memang benar, engkau orang yang dapat memenuhi kesanggupanmu dulu," jawab iblis.

Karena siasatnya tidak berhasil, iblis pun akhirnya pergi. Nabi Zulkifli As memang terkenal memiliki kesabaran yang tinggi dan selalu mempergunakan akal sehatnya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...