Kebiasaan Menendang

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Abu Nawas sakit hati ketika istrinya berkata jika mantan suaminya yang sudah meninggal dunia itu akan datang. Kebiasaan Abu Nawas bila sakit hati, kakinya langsung menendang, karena itulah istrinya langsung ditendang.

Kisah Abu Nawas

Setelah ditinggal mati istrinya, Abu Nawas sangat bersedih. Kesedihan Abu Nawas hingga berhari-hari. Ia menutup diri di kamarnya, sehingga keluarganya kebingungan dan mengkhawatirkan kesehatan Abu Nawas. "Abu Nawas jangan bersedih, kamu jangan bersedih terus-menerus tanpa makan dan minum," bujuk Abu Hasan, salah satu adiknya.

Mendengar rayuan adiknya berkali-kali itu, akhirnya Abu Nawas angkat bicara. "Sudah, jangan pikirkan aku. Aku sehat-sehat saja".

Jawaban itu membuat keluarga Abu Nawas senang sekali. Tak lama kemudian Abu Nawas keluar dari kamarnya. Ia keluar dengan menampakkan wajahnya tidak bersedih lagi.

"Jangan khawatirkan aku. Aku sehat, aku tidak kelaparan, karena tiap malam aku ambil makanan untuk aku makan satu hari," tuturnya

Lima bulan kemudian adik Abu Nawas menawarkan seorang wanita untuk dijadikan istrinya. "Jika engkau kesepian, bagaimana kalau aku carikan seorang wanita sebagai ganti istrimu yang meninggal dunia?" papar Abu Hasan dengan tersenyum.

"Kalau kamu punya pandangan wanita cocok untuk aku, maka aku setuju saja. Yang penting dia tidak matrialistis," jawab Abu Nawas.

"Oh, tidak. Insya Allah kamu akan senang. Wanita ini baik hatinya dan juga jujur. Dia bernama Jamilah," jelas Abu Hasan dengan antusias.

Beberapa hari kemudian Abu Nawas dipertemukan dengan wanita yang ditawarkan Abu Hasan. Tampaknya Abu Nawas senang dan cocok. Tanpa menunggu waktu lama, pernikahan pun akhirnya digelar. Meski perempuan yang dinikahinya itu juga sudah pernah menikah sebelumnya, Abu Nawas tidak mempermasalahkan.

SPONTANITAS

Pada suatu malam, ketika mereka sedang bersantai di kamar, Jamilah mulai berbicara tentang suaminya yang sudah meninggal dunia. Dikatakannya bahwa suaminya yang pertama adalah seorang lelaki yang sangat baik perangainya. "Dia itu orangnya baik. Jika aku bersedih dihibur. Jika aku banyak tugas di rumah, maka dia akan membantu," ujar Jamilah.

Setelah istrinya berbicara panjang lebar, maka Abu Nawas pun bercerita masa lalunya berkeluarga. ia mengatakan bahwa istrinya yang pertama itu adalah wanita yang paling baik yang pernah ia kenal. "Dia itu jujur dan baik hati. Bahkan aku selalu dimanjakan. Aku tidak pernah membantu tugas rumah. Pokoknya aku seperti raja," kata Abu Nawas dengan penuh semangat.

Tetapi sebelum Abu Nawas melanjutkan kata-katanya lagi, Jamilah berbicara lebih cepat daripada Abu Nawas. "Bahkan kemarin aku bermimpi dia mau datang malam ini," ujar Jamilah.

Mendengar istrinya berbicara begitu, Abu Nawas menjadi begitu marah kepada istrinya ini. Akhirnya ia menendang wanita itu hingga jatuh dari tempat tidur dan terjerembab di lantai. Keesokan harinya wanita itu pergi ke pengadilan dan mengajukan tuntutan terhadap suaminya.

ketika sidang pengadilan dimulai, Jamilah mengatakan bahwa Abu Nawas telah menendangnya hingga terjatuh dari tempat tidur. "Apakah kamu melakukan itu Abu Nawas?" tanya Hakim.

"Tidak, aku tidak melakukan itu, tuan Hakim yang mulia. Masalahnya begini, pada waktu itu kami berdua sedang tidur-tiduran di tempat tidur, istriku bercerita jika mantan suaminya yang sudah meninggal dunia itu akan tidur bersama. Tentu saja, aku jadi sakit hati. dan bila sakit hatiku datang, maka seketika itu juga penyakit reflekku datang tiba-tiba. ya akhirnya dia aku tendang," jawab Abu Nawas dengan tenang.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...