Ini Dia Wanita Pertama Yang Syahid Dan Kesabarannya Berbuah Surga

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Kesabaran dan ketabahan dalam mempertahankan iman dicontohkan oleh sumaiyah dan keluarganya. Tanpa rasa gentar menghadapi siksaan, dengan bangga dia terus menunjukkan keimanannya. Atas kesabarannya itu, Allah pun menghadiahkan surga untuknya.

Ilustrasi

Sumaiyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughiroh. Dia dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Makkah. Sehingga tidak ada kabilah yang dapat membela, menolak dan mencegah kezaliman atas dirinya, karena dia hidup sebatang kara. Posisinya menjadi sulit dibawah naungan aturan yang berlaku pada masa Jahiliyah.

Begitulah yasir mendapatkan dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Dia hidup dalam kekuasaan Abu Huzaifah. Mereka hidup bersama dalam suasana yang tenteram. Tidak berselang lama dari pernikahan tersebut, merekapun dikaruniai dua orang anak, yaitu Ammar dan Ubaidullah.

Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, dia mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad Saw. Akhirnya, dengan kemantapan hati, Ammar memeluk Islam. Lalu dia mengajak kedua orang tuanya memeluk Islam. Ternyata Yasir dan Sumaiyah menerima ajakan, bahkan menyatakan secara terus terang tentang keislamannya. Sehingga Sumaiyah menjadi orang ketujuh yang masuk Islam.

KESABARAN DALAM BERIMAN

Inilah titik balik dari perjuangan Sumaiyah sebagai seorang muslimah. Bani Makhzum mengetahui keimanannya, mereka sangat marah dan memanggil Yasir, Sumaiyah dan kedua putranya, lalu menyiksa mereka dengan berbagai siksaan agar mereka melepaskan iman itu.

Mereka memaksa dengan cara menyeret keluarga itu ke padang pasir tatkala cuaca sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumaiyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat, akan tetapi tiada terdengar rintihan ataupun ratapan melainkan ucapan Ahad...., Ahad....., beliau ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang diucapkan juga oleh Yasir, Ammar dan Bilal.

Suatu ketika Rasulullah menyaksikan keluarga muslim tersebut tengah tersiksa secara kejam, maka beliau menengadahkan tangannya ke langit dan berseru, "Bersabarlah keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga".

Sumaiyah mendengar seruan Rasulullah, maka dia bertambah tegar dan optimis dengan kewibawaan imannya. Dia mengulang-ulang dengan berani: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar".

Sehingga bagi Sumaiyah kematian adalah sesuatu yang sepele dalam rangka memperjuangkan aqidahnya. DI hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang di lakukan oleh para Thaghut yang zalim.

Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya. Sumaiyah pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah.

Tatkala para Thaghut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumaiyah, maka musuh Allah, Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumaiyah dengan menusukkannya tombak yang berada dalam genggamannya ke tubuhnya.

Ada yang menjelaskan, bahwa tombak tersebut ditancapkan oleh Abu Jahal ke bagian organ vital reproduksi Sumaiyah. Maka terbanglah nyawa Sumaiyah dari raganya yang beriman dan bersih. Membuat Sumaiyah sebagai wanita pertama yang syahid dalam Islam.

Dia gugur setelah memberikan contoh yang baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan. Dia telah mengorbankan nyawanya yang mahal dalam rangka meraih keridaan Rabbnya. "Dan mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan." ini adalah bentuk kesabaran dalam ujian keimanan. Menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk meneguhkan iman di dada hingga maut menjemput.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...