Hamil Akibat Perkosaan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ada banyak kasus wanita yang diperkosa hingga menyebabkan kehamilan. Ada yang kemudian menggugurkan kandungannya lantaran malu. Ada pula yang tetap mempertahankan kandungannya. Pertanyaannya:

Ilustrasi

1. Bagaimana Islam melihat kasus ini? Bolehkan dengan alasan korban perkosaan, anak yang di kandungnya itu bisa digugurkan?

2. Bagaimana pula menggugurkan kandungan karena faktor kesehatan janin, misalnya bakal cacat /  mengidap penyakit berat yang sangat membahayakan?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Purwodadi.

1. Peristiwa yang dituturkan di atas pernah terjadi secara massal di kosovo pada masa perang. Saat itu, banyak perempuan Kosovo yang diperkosa oleh para tentara Serbia yang mengakibatkan banyak di antara mereka yang hamil.

Mufti di sana memfatwakan boleh menggugurkan karena peristiwa tersebut dianggap dalam keadaan terpaksa dan merenggut kehormatan sehingga menimbulkan aib yang besar.

Atas dasar itu, dibolehkan menggugurkan. namun seandainya kandungan itu tetap dibiarkan hingga lahir, anak itu menjadi anak ibu yang melahitkan (tanpa status ayah).

Berapa usia kandungan yang diperbolehkan untuk digugurkan dalam kasus seperti di atas, tidak ada batasan usia berapa janin di dalam kandungan itu karena dipandang darurat / bukan normal, sekali pun sudah ada ruhnya. Yang ada batasan itu dalam kondisi normal.

Dalam keadaan normal, jika janin sudah berpeluang ada ruhnya (120 hari) memang dikategorikan membunuh bila digugurkan.

Dalam agama, seluruh hukum itu berlaku sebagaimana ditetapkan dalam keadaan normal. Tapi dalam keadaan tidak normal, apalagi sampai batas darurat bisa dikatakan menyimpang dari ketentuan yang ada. Artinya bisa mendapat perkecualian jika kondisinya terpaksa darurat.

2. Kalau orang menggugurkan kandungan dengan alasan keselamatan/kesehatan si janin atau ibunya bisa diberlakukan juga. Artinya jika dokter yang ahli mengatakan itu berbahaya, juga bisa digugurkan (mendapat perkecualian), baik berbahay bagi ibunya, janinnya atau kedua-duanya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...