Gadis Bekerja Di Kafe Malam

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya gadis berusia 21 tahun. Saya lulusan SMK di Jakarta dan bercita-cita ingin bekerja di tempat yang aman dan halal. Saya sekarang bekerja di sebuah kafe malam. Setiap hari saya mengantarkan minuman-minuman beralkohol kepada tamu.

Diskotik

Di tempat kerja saya, minuman merupakan barang biasa. Bahkan, di tempat saya bekerja kadang dijadikan transaksi seks. Tapi, Alhamdulillah, saya mampu menjaga diri.

Tapi, lama-kelamaan saya khawatir juga. Saya khawatir saya tergelincir dengan lingkungan yang seperti ini.

Tapi, jika saya keluar dari pekerjaan ini, saya sulit mendapatkan pekerjaan yang lain, dalam kondisi pengalaman pendidikan dan jam terbang kerja saya yang minim.

Perlu diketahui bahwa saya adalah anak tertua. Saya punya tiga adik perempuan yang masih sekolah. Ayah saya sakit stroke. Ibu saya setiap hari jualan kue bakul.

Untuk menghidupi keluarga saya ini, saya harus bekerja. Apalagi, saya harus membiayai sekolah tiga adik saya itu.

Di sinilah masalah dan kebimbangan hati saya. Apa yang harus saya lakukan? Saya yakin harus keluar dari tempat kerja ini ataukah saya bertahan dulu?

Diatas merupakan pertanyaan yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Jakarta

Saran saya, karena Anda ini bekerja di kafe, maka sudah barang tentu banyak tamu yang makan dan minum di tempat Anda bekerja. Ada juga yang sekedar untuk 'ngadem'.

Mereka ini tentu memiliki latar belakang status yang beragam. Bisa jadi di antara mereka ada yang pengusaha atau pembisnis. Sebagai pelayan, Anda tentu bisa saja mengobrol dengan mereka.

Siapa tahu di antara mereka yang datang membutuhkan tenaga pekerja, entah sebagai baby sitter, pembantu, penjaga toko, atau lainnya. Cari peluang-peluang itu saat Anda bekerja.

Untuk langsung berhenti dari pekerjaan itu mungkin Anda terlalu sulit. Tanamkan dalam hati Anda bahwa Anda berupaya untuk keluar dari pekerjaan itu dan pindah ke pekerjaan yang lain, yang lebih terjaga dari lingkungan maksiat, dan lainnya.

Jadikan itu sebagai batu loncatan saja. Jika niat Anda baik dan diiringi untuk beribadah karena membantu perkonomian keluarga, maka saya yakin ada jalan di kemudian hari. Terus berdoa kepada Allah untuk dimudahkan, dan terus berikhtiar.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...