Cicit Rasulullah, Air Wudunya Bisa Sembuhkan Anak Buta

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ketika melihat anak kecil tidak bermain dengan teman sebayanya, membuat Sayyidah Nafisah iba. Ternyata anak tersebut buta. Setelah dihapus dengan air wudunya, anak kecil itu bisa kembali melihat.

Air Wudu Yang Sangat Jernih

Pada suatu hari Zainab, keponakan Sayyidah Nafisah (putri Hassan bin Ali bin Abi Thalib, cicit Rasulullah Saw) bercerita kepada sahabatnya. Ketika bertempat tinggal bersama bibinya selama 40 tahun bahwa dia tidak pernah melihat bibinya tersebut tidur malam atau makan di siang hari.

Yang dilakukan oleh bibinya setiap hari hanyalah beribadah kepada Allah. Bahkan hartanya disedekahkan untuk membantu orang fakir miskin dan orang-orang sakit.

Dia juga dikenal sebagai ahli ibadah dan menghabiskan seluruh waktunya beribadah, tanpa mempedulikan kecantikan tubuhnya. Meskipun dia menikah dengan Ishak Al Mu'taman, yaitu seorang anak raja yang saleh.

Sayyidah Nafisah pun telah menunaikan ibadah haji 30 kali, dengan berjalan kaki. pada suatu hari, di dalam sebuah mimpinya, Sayyidah Nafisah mendapatkan suatu isyarat untuk berhijrah ke Mesir. Keesokan harinya ia pun mengutarakan mimpinya tersebut kepada sang suami. "Wahai suamiku, Allah menuntunku untuk berhijrah ke suatu tempat."

AIR WUDU

Dengan perbekalan secukupnya, keluarga kecil ini menuju mesir. Saat melewati Palestina, mereka singgah untuk berziarah di makam Nabi Ibrahim. Kemudian mereka menuju Mesir.

Melihat kedatangan Sayyidah Nafisah dan suaminya serta putranya Ja'far Al Shadiq. Penduduk Mesir menyambut tiga orang tamu tersebut dengan gembira. Penduduk Mesir memang sudah mendengar akan kesalehan Sayyidah Nafisah. Selama di Mesir, Sayyidah Nafisah pun tidak pernah mengurangi kualitas ibadahnya seperti di rumah.

Ia bersama suaminya pun bertambah aktif untuk beribadah dan membantu orang-orang yang kesusahan. Hingga suatu hari, penduduk Mesir meminta Sayyidah Nafisah dan suaminya untuk menetap di Mesir.

Hampir setiap hari dia mengkhatamkan Alquran. Suatu hari, di antara tetangga Nafisah terdapat seorang Yahudi yang mempunyai seorang putri yang buta. Melihat anak itu, Sayyidah Nafisah mencoba untuk menghampiri anak tersebut seraya bertanya kepadanya, "Wahai gadis kecil yang cantik, apakah engkau tidak ikut teman-temanmu bermain?"

Mendengar pertanyaan itu, putri Yahudi itu pun menjawab, "Andai saja kedua mataku ini bisa melihat, sungguh pasti aku akan ikut mereka," ujar gadis yang buta ini.

Mendengar ucapan gadis itu, Sayyidah Nafisah yang setelah berwudu pun dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah mengusap kedua mata gadis buta tersebut dengan bekar air yang ia gunakan untuk berwudu tadi. Tak lama kemudian, gadis yang sejak kecil tidak bisa melihat pun kini perlahan dapat melihat.

Melihat kejadian ini, sebagian besar penduduk Mesir yang semula beragama Yahudi pun akhirnya memeluk Islam. Mereka meyakini bahwa apa yang telah dilakukan oleh Nafisah merupakan suatu kekuasaan Allah yang terjadi melalui kesalehannya. Setelah beberapa puluh tahun tinggal di Mesir, Sayyidah Nafisah pun akhirnya meninggal di rumahnya saat sedang berpuasa dan membaca Alquran.

Suaminya menghendaki jasadnya dimakamkan di Madinah, sementara penduduk Mesir menghendaki jasad Sayyidah Nafisah dimakamkan di Mesir, tetapi dia menolak. Pada malam harinya, dia bermimpi bertemu Rasulullah Saw dan bersabda, "Jangan kamu tolak permintaan penduduk Mesir untuk menguburkannya di Mesir. Berkat dia, Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada penduduk Mesir."

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...