Akibat Mengejek Teman Yang Sakit

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Pengalaman ini terjadi saat aku mendekam di LP anak Tangerang, karena suatu kasus. kamar yang aku tempati di huni lebih dari 12 orang. Saat itu, seorang teman sedang sakit gigi, namun karena usianya sudah agak tua dan sepertinya berasal dari kalangan orang kaya, sikapnya sangat kolokan.

Ilustrasi

Kerjanya hanya mengeluh dan mengerang-ngerang siang malam. Merasa terusik dengan ulah temanku itu, kesabaranku pun terusik.

Aku nyeletuk dengan kata-kata yang kurang baik hingga menyinggung perasaannya. Dia balik marah kepadaku, bahkan sempat terlontar kata-kata seolah ia menyumpahiku. Katanya kelak akupun akan merasakan apa yang dia rasakan saat itu.

Selang 3 hari setelah kejadian itu, aku makan kacang goreng. Entah karena potongan kacang yang terselip di antara sela-sela gigi gerahamku, malam harinya tiba-tiba gigi gerahamku yang sebelah kanan berdenyut-denyut.

Aku berkumur dan berharap kotoran yang terselip di gigiku keluar, tapi ternyata potoongan kacang itu masih ada.

Aku mulai mencari alat apa saja yang bisa kugunakan untuk mengorek gigiku yang sakit agar kotoran yang terselip itu keluar.

Karena kondisi yang saat itu serba terbatas, dalam keadaan darurat itu kuambil peniti untuk mengorek keluar potongan kacang itu. Tapi mungkin karena tersentuh benda tajam, malah melukai gusi.

Sakit itu bukannya hilang, namun malah menjadi. Aku merintih semalaman menahan sakit, bahkan untuk makan sahur pun aku tidak bisa menikmati rasanya.

Kebetulan saat itu bulan Ramadhan. Hingga pagi harinya sakit gigiku semakin menjadi, bahkan meningkat ke sakit kepala yang teramat sangat.

Walau sekuat apa pun aku menyembunyikan rasa sakit itu, akhirnya teman-teman sekamarpun tahu bahwa aku sedang sakit gigi, bahkan sampai teman dekatku pun menyarankan untuk membatalkan puasa agar aku bisa minum obat penghilang rasa sakit. Mereka khawatir akan merembet ke syarafku.

Saat itu terlintas ingatanku waktu mengejek teman sekamarku yang sedang sakit giginya. Aku sadar bahwa aku salah dan aku menyesali perbuatanku itu. Aku beristigfar pada Allah dengan segenap penyesalan dan kepasrahan.

Aku beristigfar tiada henti sambil memejamkan mata. Tanpa terasa air mata meleleh. Tiba-tiba, kepalaku terasa melayang bagai kapas, dan tanpa diduga rasa sakit gigiku pun hilang sama sekali!

Maha Besar Allah yang Maha Menyembuhkan. Sejak itu aku sangat berhati-hati dengan ucapanku.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...