Akibat Durhakai Ibu

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Al Qamah adalah sahabat Rasulullah yang saleh. Namun, ternyata ia tidak berperilaku baik pada ibunya. Ibu Al qamah marah dan kecewa padanya. Inilah yang membuat Allah murka dan memberi teguran saat sakaratul mautnya.

Ilustrasi

Suatu hari, semua sahabat dan Rasulullah berkumpul di rumah Al Qamah. Ia sakit keras dan dalam keadaan sakaratul maut. Semua sahabat segera membantunya membaca kalimat syahadat, tetapi lidah Al Qamah tidak mampu mengucapkannya. Bilal lalu menceritakan kepada Nabi segala hal yang terjadi atas diri Al Qamah.

Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Bilal, "Apakah ayat Al Qamah masih hidup?"

Bilal menjawab, "Tidak, ya Rasulullah, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya."

Kemudian Rasulullah Saw berkata lagi, "Pergilah kamu, ya Bilal, menemui ibunya, sampaikan salamku, dan katakan kepadanya, kalau ia bisa datang menjumpaiku, datanglah. Kalau ia tidak bisa berjalan, katakan bahwa aku akan datang ke rumahnya menjumpainya."

CERITA IBU

Ketika Bilal tiba di rumah ibu Al Qamah, sang ibu mengatakan bahawa ia ingin menemui Rasulullah Saw. Lalu ia mengambil tongkat dan terus berjalan menuju rumah beliau.

Setibanya di rumah Rasulullah, ibu Al Qamah memberi salam dan duduk di hadapan beliau.

Kemudian Rasulullah Saw membuka pembicaraan, "Ceritakan kepadaku yang sebenarnya ihwal anakmu, Al Qamah. Jika kamu berdusta, niscaya akan turun wahyu kepadaku."

Dengan rasa sedih ibunya bercerita, "Ya Rasulullah, aku sangat menyayangi anakku. Ia adalah seorang yang saleh. Selalu melakukan perintah Allah dengan sempurna, sangat rajin beribadah. Shalat dan puasa tidak pernah ditinggalkannya dan ia sangat suka bersedekah. Aku sangat sayang padanya. Sejak kecil kurawat ia dengan kasih sayang. Ketika ia beranjak dewasa, aku setiap menjadi pelayannya yang tidak pernah lalai, menjadi pendampingnya yang tidak pernah berhenti. Aku tidak pernah lelah mendoakannya agar ia mendapat kebaikan dan taufik dari Allah.

Ia melanjutkan ceritanya, "Tapi sayang, ya Rasulullah, setelah ia beristiri, aku tidak lagi mengenal dirinya. Ia tak lagi tersenyum kepadaku. Ia melupakanku ya Rasulullah. Ia tidak pernah menghampiriku lagi. Ia tidak pernah menanyakan halku, tidak memperhatikanku lagi. Seolah-olah aku dibuang di tempat yang jauh.

AKAN DIBAKAR

Ibu Al Qamah menangis sambil berkata, "Ya Rasulullah, aku tidak meminta banyak darinya. Ya aku pinta darinya, jadikan aku sebagai sahabat dalam kehidupannya. Jadikanlah aku sebagai pembantu di rumahnya agar bisa juga aku bisa menatap wajahnya setiap saat. Sayangnya ia lebih mengutamakan istrinya daripada diriku dan menuruti kata-kata istrinya sehingga ia menentangku."

Rasulullah Saw sangat terharu mendengar cerita Ibu Al Qamah. Kemudian beliau menyuruh Bilal mencari kayu bakar untuk membakar Al Qamah hidup-hidup.

Begitu ibu Al Qamah mendengar perintah tersebut, ia pun berkata dengan tangisan dan suara yang terputus-putus, "Wahai Rasulullah, tuan hendak membakar anakku di depan mataku? Bagaimana hatiku dapat menerimanya? Janganlah Tuan bakar anakku hidup-hidup."

Rasulullah Saw bersabda "Siksa Allah itu lebih berat dan kekal. Karena itu, jika engkau ingin Allah mengampuni anakmu itu, hendaklah engkau memafkannya."

Kemudian ibu Al Qamah mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Rasulullah, aku bersaksi kepada Allah, dan bersaksi kepadamu, ya Rasulullah, mereka-mereka yang hadir di sini, bahwa aku telah ridha kepada anakku, Al Qamah."

Lalu Rasulullah Saw berkata kepada Bilal Ra, "Pergilah kamu, wahai Bilal, dan lihat keadaan Al Qamah."

Bilal pun sampai di rumah Al Qamah, dan tiba-tiba terdengar suara Al Qamah menyebut, "La ilaha illallah."

Al Qamah wafat pada waktu dan saat yang sangat baik baginya. Lalu Rasulullah Saw segera pergi ke rumah Al Qamah. Sesudah jenazah dikuburkan, Nabi bersabda sambil berdiri di dekat kubur, "Wahai sahabat Muhajirin dan Anshar, siapa mengutamakan istrinya dari pada ibunya, dia akan dilaknat oleh Allah, dan semua ibadahnya tidak diterima Allah.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...