10 Muharram Dan Tradisi Lebaran Yatim

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Tradisi Islam di Indonesia umumnya lahir dari sebuah anjuran Nabi. Di antaranya soal Lebaran Yatim, yang ternyata bermuara dari hadits Nabi untuk menyantuni anak-anak yatim.

Ilustrasi

Dalam Islam, ada dua hari raya yang istimewa, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu, ada juga Lebaran Ketupat, biasanya diselenggarakan tujuh hari usai Idul Fitri, untuk menandakan rampungnya puasa Syawwal dan diisi dengan syukuran makan-makan.

Satu lagi, yang tak luput disebut sebagai momen Lebaran, yaitu pada tanggal 10 Muharram. Hari tersebut dalam literatur Islam dikenal sebagai hari 'Asyura. Di Indonesia, mungkin di negara-negara lain tidak ada, pada hari itu disebut juga sebagai Lebaran Yatim.

Ya, pada hari itu, sebagian umat Islam di Indonesia menyebutnya sebagai Lebaran Yatim. Di beberapa daerah, terutama di desa-desa, biasanya diadakan acara keagamaan yang meriah, lalu dilanjutkan dengan santunan anak yatim.

Di masyarakat Betawi, misalnya, 10 Muharram biasanya diisi dengan acara pengajian akbar atau ceramah agama. Pada acara tersebut hadir tokoh ulama atau ustadz untuk memberikan taushiyah atau nasihat agama. Biasanya diawali dengan pembacaan Ratib maupun Berjanji. lalu berdoa bersama.

Acaranya pun dimeriahkan dengan berbagai petunjuk seni dan budaya. Seni hadrah atau marawis tak luput menjadi sajian hiburan yang tak terpisahkan pada perayaan Lebaran tersebut. Di penghujung acara, puluhan bahkan ratusan anak yatim mendapatkan bingkisan, yang sengaja di himpun oleh panitia dari masyarakat.

Tradisi semacam ini sebenarnya tak beda jauh dengan apa yang ada di masyarakat Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Yang beda mungkin hanya sajian hiburan seninya. Yang jelas, pada hari itu, anak-anak yatim merayakat 'pesta' bingkisan, baik uang, makanan, maupun pakaian. Pertanyaannya adalah kenapa pada 10 Muharram dikenal sebagai Lebaran Yatim?

Memang, kalau ditarik ke belakang, tak ada dalil dan literatur yang menyebutkan keterkaitan secara langsung antara 'Asyura dengan perayaan Lebaran Yatim. Meski demikian, tradisi ini sangat baik sebagai perwujudan keimanan dan rasa syukur. Mengusap kepala anak yatim, kemudian diberikan hadiah adalah bahasa ungkapan cinta dan kasih sayang kepada mereka.

Anjuran ini memang sangat masyhur dikenal sebagian masyarakat dan merupakan salah satu diantaranya amaliyah lainnya seperti puasa, shalat, silaturrahim, menjenguk orang sakit, memakai celak mata, mandi, meluaskan belanja, menziarahi orang alim, dan lainnya, sebagaimana dituliskan dalam kitab I'anah ath-Thalibin tentang anjuran amaliyah pada 10 Muharram.

Namun, alangkah baiknya bila kepedulian kepada anak yatim juga berkesinambungan dan tidak hanya pada 10 Muharram semata. Peduli pada anak yatim seharusnya menjadi gaya hidup (life style) umat Islam.

KEDUDUKAN YATIM

Dalam Islam anak yatim memiliki kedudukan tersendiri. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah saw. Ini tiada lain demi menjaga kelangsungan hidupnya agar jangan sampai terlantar hingga menjadi orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, banyak sekali hadits yang menyatakan betapa mulianya orang yang mau memelihara anak yatim atau menyantuninya.

Rasulullah saw pernah menegaskan, "Aku dan orang yang menyantuni anak yatim akan berada di surga seperti ini." Nabi saw bersabda demikian sambil menegakkan jari telunjuk dan jari tengahnya, serta merenggangkan antara keduanya. (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain Nabi saw bersabda, "Barangsiapa diantara kaum muslimin yang menanggung makan dan minum (memelihara) anak yatim, maka Allah akan memberikan kecukupan penghidupan baginya dan mengharuskan dia masuk surga, kecuali dia melakukan dosa yang tidak terampuni." (HR. Tirmidzi dari Sahl bin Sa'ad).

Semoga saja, di tanggal 10 Muharram ('Asyura) ini, kita sebagai muslim dapat mengamalkan esensi 'Asyura itu sehingga menjadi kita shaleh secara ritual sekaligus shalat secara sosial. Yakni, melaksanakan shaum 'Asyura dan memuliakan anak yatim. Amin.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...