Suaranya Hilang Karena Kikir

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Tidak banyak yang menduga jika ia akhirnya menjadi orang kaya. Sayang, ia menjadi sangat kikir dengan uangnya. Akhirnya, Allah pun menegurnya. Suaranya hilang hingga ia meninggal dunia. Bagaimana kisah selengkapnya?

Ilustrasi

Namanya Bapak Dulah. usianya sekitar 50 tahun. Sebenarnya, ia hanyalah seorang pedagang tapai (peuyeum). Bisa Anda tebak sendiri berapa penghasilan seorang pedagang peuyeum, tidak lebih dari Rp. 2 juta sebulan?

Namun, Dulah muda termasuk pekerja keras dan baik hati. Ia sopan dengan tetangga dan baik terhadap sesama.

Hingga suatu kali seorang mantan purnawirawan yang kaya raya menyerahkan tanahnya yang hektaran meter luasnya untuk dikelola oleh Dulah muda. Bagaimana bisa? Menurut saksi cerita yang merupakan seorang Ustad, di samping karena orang kaya itu memang terkenal dermawan, ia juga kasihan terhadap Dulah muda yang kerja keras dari pagi hingga malam, akan tetapi kadang jualannya tidak habis.

Melihat Dulah muda yang baik dan perhatian terhadapnya, akhirnya ia pun diserahkan tanah hektaran luasnya untuk dimanfaatkan.

Merasa mendapatkan peluang bagus, Dulah pun memanfaatkan tanah kosong milik tetangganya itu dengand itanami sayur-sayuran. Otomatis, ia pun meninggalkan profesi lamanya sebagai penjual peuyeum keliling. Dengan latar belakang seorang petani, tidak sulit bagi Dulah untuk mengelola sayur-sayuran. Akhirnya, dalam waktu yang tidak begitu lama, ia pun bisa memanen sayur-sayuran dan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit.

Merasa berhasil dengan usaha kebunnya, ia pun menambah kembali lahan sayur-sayurannya hingga akhirnya tanah hektaran itu habis diisi oleh sayur-sayuran semua. Singkat cerita, usaha Dulah pun benar-benar berhasil, Ia menjadi kaya dengan usahanya tersebut.

Dalam waktu yang tak begitu lama, ia bisa membeli 7 buah mobil pribadi dan 17 mobil angkot. Sebuah hal yang sangat spektakuler tentunya.

MENJADI PELIT

Namun, kekayaan rupanya membuat Dulah lupa diri. ia merasa keberhasilannya menjadi orang kaya karena kerja kerasnya, bukan karena bantuan orang lain. ia tidak sadar bahwa ia bisa berkebun karena dipinjamkan tanah oleh orang kaya yang dermawan. Dengan kata lain, setelah menjadi kaya raya Dulah berubah menjadi orang yang pelit alias kikir bin mledit.

Suatu ketika ada seorang pengemis pernah datang ke rumahnya dan meminta-minta. Tetapi, oleh Dulah dihardiknya hingga ia menjadi sakit hati. Terlihat pengemis itu tertunduk lesu dan malu. Mungkin ia berpikir, kalau tidak mau ngasih ya sudah tidak harus dihardik.

Kisah lainnya pernah ada panitia pembangunan masjid di daerahnya sendiri. Panitia itu datang ke rumahnya untuk meminta sumbangan agar pembangunan masjid cepat selesai. Namun, oleh Dulah panitia itu hanya dikasih uang seribu rupiah, seperti ngasih kepada pengemis saja.

Sebenarnya, boleh-boleh saja sedekah uang seribu rupiah, kalau itu yang memberi adalah orang biasa-biasa saja alias orang yang kurang mampu. Tetapi, ini Dulah seorang kaya raya dengan tujuh mobil pribadi dan 17 mobil angkot. Siapapun yang melihatnya atau mendengarkan pasti akan mencemoohnya. Karena itu, apa yang dilakukan oleh Dulah saat itu benar-benar telah mengecewakan panitia pembangunan masjid.

Masih banyak lagi cerita-cerita atas kisah-kisah yang menunjukkan sikap pelit Dulah dan keluarganya kepada yang lain, bahkan terhadap tetangganya sendiri. Dengan kata lain, Dulah telah kufur nikmat. Ia tidak sadar bahwa rezeki yang didapatkannya merupakan pemberian dari Allah swt. Karena itu, jalan terbaik yang harus dilakukannya adalah dengan bersyukur kepada-Nya, dengan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.

HILANG SUARA

Suatu ketika, Dulah terkena radang tenggorokan karena suatu virus. Ia sempat dikasih obat antibiotik, namun penyakitnya tak kunjung sembuh juga. Semakin lama penyakitnya kian parah, akhirnya jalan operasi pun diambil. Mungkin ini adalah jalan terbaik, begitu yang dipikirkan oleh Dulah saat itu dan dokter pun menyarankan demikian.

Dulah berharap bahwa operasinya akan berjalan lancar, begitu juga yang diinginkan oleh keluarganya. Karena itu, harap-harap cemas menghantui Dulah dan keluarganya sebelum operasi.

Singkat kata, operasi pun selesai di lakukan oleh dokter. Namun, apa yang terjadi? Justru ketika Dulah sadar, ia telah kehilangan suaranya. ia tak bisa bicara. Entah, apakah ada yang salah dengan operasi itu> Apakah dokter telah melakukan malpraktik? Ataukah memang penyakitnya parah, sehingga Dulah harus kehilangan suaranya. Yang jelas, setelah operasi itu, Dulah kehilangan suaranya. Kata saksi, pita suara Dulah terangkat saat operasi.

Bahkan, Dulah akhirnya tidak benar-benar sembuh. Sebab, untuk bisa makan saja ia harus minta bantuan selang. Selain itu, makanan yang dicernanya harus diblender terlebih dahulu agar lembut dan bisa masuk ke dalam perut. Memang benar-benar memprihatinkan.

Dalam sebuah surat yang dituliskan untuk keluarga, Dulah mengaku menyesal karena selama hidupnya telah menyia-nyiakan nikmat Tuhan. Betapa banyak dosa yang telah ia lakukan dan betapa banyak pula orang yang pernah ia sakiti, terutama orang-orang lemah dan miskin yang membutuhkan pertolongannya.

Tidak tahan dengan rasa sakit dan penderitaan yang dialaminya, Dulah akhirnya meninggal dunia. Ia tidak meninggalkan banyak uang karena habis untuk biaya pengobatannya selama masih hidup. Sebuah hal yang sangat ironi! Meninggal dengan mengenaskan dan dalam keadaan miskin seperti dulu. Sejak kepergian Dulah, perlahan-lahan usaha sayur-sayurannya pun bangkrut karena sang istri tidak mampu mengelolanya.

Demikian sebuah kisah yang bisa menginspirasi kita semua bagaimana pentingnya kita bersyukur kepada Allah di kala sehat walafiat. Jangan sampai menyesal itu datang kemudian dan inilah kebanyakan orang. Sekali lagi, semoga kita bisa memanfaatkan hidup ini dengan sebaik-baiknya, tentunya dalam rangka hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Amin.

Baca Juga Yang Lainnya: