Sedekah Tiga Roti Menjadi Penyelamat

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Siapa sangka hanya dengan bersedekah dengan tiga potong roti, seorang tukang cuci selamat dari gigitan ular berbisa. Atas sedekah itu pula ia mendapatkan ampunan dari Allah atas apa yang telah diperbuatnya. Berikut kisahnya.

Ilustrasi Ular Hitam Berbisa

Diceritakan dalam kitab Durratunnasyi'in bahwa suatu ketika Nabi Isa As pernah berjalan melewati suatu desa. Di Desa tersebut ternyata terdapat tukang cuci yang cukup meresahkan warga setempat.

Akhirnya warga mengadu kepada Nabi Isa. Mereka meminta agar Nabi Isa berdoa kepada Allah SWT supaya si tukang cuci itu pergi dan tidak kembali lagi.

"Wahai Isa, tukang cuci itu selalu menahan air, kemudian ia meludahi dan mengotorinya, oleh sebab itu, berdoalah kepada Allah SWT agar ia tidak bisa kembali," ujar mereka penuh harap.

Sesuai dengan permintaan mereka, Nabi Isa pun berdoa kepada Allah. Nabi Isa berdoa, "Ya Allah, kirimlah seekor ular kepada tukang cuci itu dan jangan engkau biarkan dia kembali lagi dalam keadaan hidup."

AKIBAT SEDEKAH

Ketika itu si tukang cuci sedang pergi untuk mencuci pakaian di dekat air sambil membawa tiga potong roti. Tiba-tiba datanglah seorang abid (orang ahli ibadah) kepadanya. ternyata Abid itu baru saja melakukan ibadah di gunung.

"Wahai tuan, Apakah tuan punya sesuatu makanan yang bisa diberikan kepadaku? Aku belum makan sesuatu pun?" terang abid kepadanya.

Tanpa banyak pikir, si tukang cuci itu langsung memberinya sepotong roti miliknya.

"Ambillah sepotong roti ini," katanya.

Merasa senang dengan kebaikan itu, abid tersebut langsung mendoakan tukang cuci itu.

"Semoga Allah mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu," begitu doanya.

Tak lama kemudian, tukang cuci itu kembali memberinya roti yang kedua, lalu si abid berdoa lagi," semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang."

Kemudian ketika tukang cuci itu memberikannya roti yang ketiga, si abid lagi-lagi berdoa untuknya, "Wahai tukang cuci, semoga Allah membangunkan kamu istana di surga-Nya."

Selanjutnya, tukang cuci itu pulang ke kampungnya. Melihat ia pulang ke kampung, penduduk kampung kaget dan berkata kepada Nabi Isa,"Wahai Nabi Isa, si tukang cuci kembali lagi ke kampung."

"Kalau begitu, panggillah dia dan suruh menghadap kepadaku," jawab Isa.

Penduduk kampung pun langsung memanggil si tukang cuci itu, lalu dia menghadap kepada Nabi Isa As.

"Wahai tukang cuci, ceritakan kepadaku, kebaikan-kebaikan apa saja yang telah kau perbuat pada hari ini?" tanya Nabi Isa penasaran.

Si tukang cuci itu kemudian menceritakan semua yang telah dia perbuat, termasuk menceritakan pertemuannya dengan seorang abid.

Setelah mendengar semua penjelasan di tukang cuci, Nabi Isa As kemudian berkata kepadanya, "Bawalah kemari tasmu itu."

DIAMPUNI ALLAH

Si tukang cuci memberikan tasnya kepada Nabi Isa As. Kemudian Nabi Isa membukanya. Ternyata di dalam tas itu terdapat seekor ular hitam yang terbelenggu dalam rantai besi, lalu dengan kemampuan Nabi Isa yang dapat berdialog dengan hewan, maka Nabi isa bertanya kepada ular hitam itu.

"Wahai ular hitam, bagaimana kamu bisa seperti ini, bukankah engkau dikirim untuk menggigit si tukang cuci ini?" tanyanya.

"Ya, benar, wahai Nabi Allah. Tetapi, tiba-tiba datang seseorang yang turun dari gunung, ia meminta makan kepada si tukang cuci itu, lalu orang itu (abid) mendoakan tukang cuci itu tiga kali. Sementara itu seorang malaikat berdiri di sampingnya dan mengaminkan doanya itu," kata si ular.

Ular itu kembali berkata, "Kemudian Allah mengutus seorang malaikat kepadaku, dia membelengguku dengan rantai besi yang dibawanya."

Kemudian Nabi Isa As berkata kepada si tukang cuci itu, "Mulailah kamu beramal dengan baik karena Allah, karena Allah sungguh telah mengampunimu."

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...