Sakaratul Maut Pembisnis Arak

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Rasulullah Saw bersabda: "Allah telah melaknat khamar (anak/minuman keras), peminumnya, penghidangnya, pembelinya, penjualnya, pemberasnya, yang diperas untuknya. Pembawanya dan yang dibawa kepadanya."

Ilustrasi

Sebelum membaca kisah ini selengkapnya, ada baiknya kami kutip terlebih dahulu firman Allah swt yang berbunyi sebagai berikut:

"Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi (berkorban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu hendak menjerumuskan kamu ke dalam bencana permusuhan dan saling membenci sesama kamu (lantaran) minuman keras dan bermain jdui, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan mengerjakan shalat, tidakkan kamu mau berhenti." (QS. Al-Maidah: 90-91).

Ayat di atas dengan tegas melarang umat Islam melakukan perbuatan keji dan kotor. Salah satunya adalah meminum minuman keras. Sebab, ia termasuk perbuatan setan dan mengandung segenap mudharat yang tak terhindarkan, baik fisik, psikis hingga spiritual. Hal ini bukan hanya sudah diwanti-wanti Allah dalam firman tersebut, tapi juga sudah banyak peneliti ilmiah (kedokteran) yang menyatakan bahwa minuman keras itu sungguh merusak raga si peminum.

Tak aneh bila Rasulullah saw berpesan bahwa Allah mengutuk bukan hanya peminum minuman keras tapi semua yang terlibat di dalamnya. "Allah telah melaknat khamar (arak/minuman keras), peminumnya, penghidangnya, pembelinya, penjualnya, pemerasnya, yang diperas untuknya. Pembawanya dan yang dibawa kepadanya." Demikian sabdanya.

Sayang, meski firman Allah dan seruan Nabi sudah begitu jelas, masih saja banyak umat yang mengaku muslim terperosok di dalamnya; ada yang menjadi peminum minuman keras, ada pula yang berbisnis minuman keras. Memang, bisnis yang membawa kemudharatan ini kerap mendatangkan untung yang luar biasa. Tak aneh, bila banyak orang yang tergiur bukan hanya sekedar peminum, tapi juga sebagai pebisnis minuman keras.

Padahal dalam firman yang lain, Allah sudah menegaskan: "Apakah kamu telah melihat orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami dan menyatakan: "Aku pasti akan diberi harta dan anak." Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah? Sekali-kali tidak. Kami akan menulis apa yang ia katakan dan benar-benar Kami akan memperpanjang siksa untuknya, dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada Ku secara sendirian." (QS. maryam 77-80).

Kiranya, janji Allah itulah yang telah berlaku terhadap seorang pengusaha asal Malaysia yang sukses dalam hidupnya, dihormati dan disegani berikut ini.

Sebutlah namanya Cik Nizam. Latar belakangnya dari golongan orang biasa. Berkat kegigihannya, ia berhasil merinris karier di dunia politik Malaysia. Ia mendapat sokongan dan dukungan dari tokoh-tokoh pemimpin yang berkuasa. Sedikit demi sedikit, kariernya melejit hingga membuat dirinya melebarkan sayap menjadi seorang pengusaha sukses.

Sebagai seorang pembisnis, beliau memiliki berbagai usaha yang bergerak di berbagai bidang. Namun, usaha utamanya adalah pengellaan hotel dan restoran mewah yang terdapat di berbagai wilayah di Malaysia.

Sebagai pebisnis dan mantan politisi yang mendapat sokongan pemerintah, ia memiliki begitu banyak sekali relasi bisnis. Efeknya, banyak rekan bisnisnya yang ingin bekerjasama dengan dirinya, emski sekedar mencantumkan namanya dalam susunan direksi. Salah satunya sebuah perusahaan judi terbesar di Malaysia yang mengajaknya berkongsi dengan menjadikan dirinya sebagai salah satu Direktur utama di sana.

Hanya sekedar menempelkan namanya sebagai salah satu direksi saja, ia mendapat puluhan ribu Ringgit setiap bulannya. Seorang sahabat dekatnya pernah mendapati kesombongan Cik Nizam. Ia pernah membangga-banggakan kejayaannya. Dalam berbisnis. "Jangan persoalkan apakah harta saya ini hasil barang halal atau haram. Tetapi lihatlah sumbangan yang telah saya berikan kepada masyarakat," dalihnya suatu kali.

Memang benar, berkat berbinis perjudian, ia mendapat keuntungan yang luar biasa, Ia seringkali menyumbangkan uangnya untuk anak-anak yatim dan golongan miskin yang memerlukan bantuan.

Sementara itu, melalui bisnis utamanya yang lain: hotel dan restoran, beliau telah meraup keuntungan yang tidak sedikit. Terlebih, di setiap hotel dan restorannya, ia menjajakan aneka rupa minuman-minuman keras yang juga bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Bahkan, di kediamannya yang mewah itu ada suatu tempat eksklusif di Lembang Kelang, ia menyediakan sebuah bar khusus untuk dirinya dan para tetamunya yang ingin mencicipi berbagai jenis minuman keras itu.

Padahal, menurut beberapa saksi yang kenal dengan dirinya. Cik Nizam ini bukanlah orang yang bodoh dalam agama. Ia pandai mengutip ayat dan hadits dalam membincang sesuatu. Tak aneh, bila ia kerapkali membangga-banggakan pengetahuan agamanya di depan orang-orang yang tidak suka dengannya.

"Saya tahu apa yang saya lakukan. Saya tidak mau ada tokoh agama atau ulama yang sok mensehati saya. Apa sih yang sudah ulama-ulama ini kerjakan? Mereka hanya bisa bicara soal pahala dan dosa saja. Tapi mereka tidak bisa menjadi pengusaha sukses seperti saya?" ucapnya dengan sinis.

Mungkin karena pernah mendengar hadits Rasulullah saw yang menyebutkan kelebihan sesiapa yang mendirikan masjid, yakni Allah menjanjikan baginya mahligai di surga kelak bagi para orang-orang yang mendirikan rumah-rumah Allah, Cik Nizam pun turut mendirikan sebuah masjid di komplek perumahan Negeri Selangor.

Tetapi masjid yang dibina dari hasil sumber yang haram itu tidak ada keberkahannya. Masjid itu lengang, tidak ramai oleh orang-orang yang beribadah. Isinya kosong dari kegiatan majelis-majelis ilmu.

Karena hati Cik Nizam sudah keras, maka dia tidak pernah ambil pusing soal itu. Kebajikan yang dilakukannya hanya untuk mengelabui mata masyarakat. Tidak lebih.

Seiring waktu berjalan, begitu pun takdir Allah swt. Orang-orang yang sombong dan congkak, pada akhirnya akan menuai atas perbuatannya. Allah pun menunjukkan kekuasaan-Nya.

Dalam al-Qur'an, Allah swt telah mendedahkan betapa Fir'aun, Namrud, Qarun dan kaum-kaum yang menyombongkan diri akan menerima pembalasan di dunia ini, sebelum mendapat siksa abadi di akhirat kelak.

Begitu pula yang terjadi pada Cik Nizam ini. Pada akhirnya hayatnya, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya. Akibat banyak minum-minuman keras, pembisnis sukses ini mengidap penyakit limpa dan jantung. perutnya membuncit, petanda bahwa dia seorang pemabuk.

Yang tragis, menjelang sakaratul mautnya, ia berguling-guling di atas tempat tidurnya. Ia merintih kepanasan. AC yang dipasang di dalam kamarnya tidak dapat mengurangi rasa panasnya, sedangkan sanak familinya yang berada di dalam kamarnya menggigil menahan dingin AC.

Saking tidak tahannya merasakan hawa panas, Cik Nizam bahkan berteriak-teriak minta diguyur air dingin ke seluruh badannya. Anehnya, walaupun sudah basah semua, ia masih merasakan kepanasan di sekujur tubuhnya, bahkan kian memuncak.

Anehnya, setiap kali tubuhnya disiram air dingin, tubuhnya segera mengering dan terasa uap panas keluar dari tubuhnya. Dokter yang merawatnya sudah habis akal untuk mengurangi hawa panas yang dirasakannya. Malah Dokter itu sendiri telah mengumumkan kepada anggota keluarga bahwa Cik Nizam ini sudah tiada harapan lagi untuk hidup.

Hampir seminggu lamanya, Cik Nizam menghadapi sengsara begini, dan selama itulah mulutnya kerap menyebut: "Panas....Panas....!" Walaupun dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan ustadz yang datang membisikan kalimat Tauhid, namun dia tidak mampu mengucapkannya.

Dalam keadaan sengsara itu, yang menyedihkan, ketika dia meminta minuman dan diberikan air dingin, tenggorokannya tidak dapat menelan air dingin tersebut. Namun, pada saat ia meminta diberikan minuman keras dengan bahasa isyarat tenggorokannya tiba-tiba mampu menelan minuman keras itu meski hanya beberapa teguk. Setelah itu, perlahan-lahan nafasnya hilang dan ia meninggal dunia.

Demikianlah, ternyata sampai begini hinanya sakaratul maut yang ditanggung pebisnis Cik Nizam ini. Semoga kita dapat mengambil iktibar dan hikmahnya dari peristiwa yang terjadi di Malaysia ini. Amin

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...