Sabar Dan Tidak Pendendam

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Kisah ini terjadi dalam keluarga saya sekitar tahun 1994. Ayah saya mempunyai saudara (anak sepupu) sebut saja F.

Buah dari Kesabaran

Suatu hari F datang pada ayah saya dan minta tolonng pinjam uang sebesar Rp. 10.000.000,- untuk memulai usaha. Tetapi, keluarga kami yang hidup pas-pasan tidak memiliki uang tersebut, tetapi F memohon untuk dicarikan (pinjaman) pada orang lain.

Akhirnya, ayah saya sempat mengenalkan F pada temannya (sebut saja N), hingga akhirnya N memberikan bantuan.

Sebulan kemudian, teman ayah saya (N) datang kepada ayah dan meminta pertanggung jawaban masalah uang kepada ayah.

Kemudian ayah saya menemui F dan menanyakan masalah utangnya itu, kemudian F berkata bahwa ia tidak bisa membayar karena usahanya gagal.

Akhirnya ayah saya memutuskan untuk menjual motor satu-satunya demi membayar hutang F, sementara F berjanji akan membayar, kalau ia sudah mendapat warisan dari ayahnya di kampung.

Hingga tibalah saat pembagian warisan tersebut, Namun F berdalih tidak bisa membayar karena uangnya diambil oleh kakak. Tetapi yang menyakitkan hati adalah saat F memutar balikan fakta.

F mengatakan kepada nenek saya di kampung bahwa ayah saya menyuruh F untuk membayar hutang ayah saya, padahal F yang berhutang. Tetapi ayah saya adalah sosok orang yang tidak pendendam, beliau memaafkan F.

Dua bulan kemudian ayah saya mendapat rizki dari Allah swt, dan bisa membeli sebuah motor yang baru. Hal sebaliknya terjadi pada F yang kini hidup di dalam penjara akibat menjual barang terlarang.

Sampai kini, Ayah saya masih sering menolong keluarga F, khususnya ibunya yang kini sudah tua dan hidup sendiri.

Dan Alhamdulillah, kondisi ekonomi keluarga kami mulai terus membaik, usaha ayah saya mulai berkembang. Buah dari kesabaran yang selalu dinantikan akhirnya terwujud, hingga keluarga kami hidup bahagia. Amien.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...