Membentuk Ayah Bibirku Membengkak

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Peristiwa ini terjadi dua tahun yang lalu. Hari ke 26 bulan Ramadhan. Seperti yang dilakukan Umat Islam menjelang datangnya bulan Syawal yaitu berbenah rumah.

Ilustrasi

Waktu itu aku dan keluargaku ingin menciptakan suasana baru di rumah, dari ruangan depan, tengah sampai belakang rumah semua dibersihkan. Pada saat itu, pukul 17.00 WIB menjelang buka puasa, ayahku ingin mengganti lampu ruang tengah dengan yang baru. Tapi aku tidak setuju karena lampu lama itu masih bisa dipakai dan terang.

Ayahku tetap saja ingin menggantikannya. Hanya karena lampu, aku pun memarahi ayahku dengan kata-kata yang menyinggung perasaannya. Padahal waktu itu aku benar-benar lupa kalau masih dalam keadan puasa.

Kemudian ayahku tetap saja memasangnya. Aku terus saja membentak-bentak ayahku dan pertengkaran pun terjadi sampai akhirnya tak terasa bulan puasa telah tiba. Tapi pertengkaranku dengan ayah belum juga reda ditambah lagi ibuku membelaku. Ayahku semakin marah.

Hanya karena lampu, aku dan ayahku bertengkar hebat. Aku benar-benar ingin berontak, tapi ibuku selalu menghalangiku sampai menjelang shalat tawarih, aku lupa kalau belum sedikit pun makanan atau minuman yang masuk ke perutku hingga akhirnya aku merasa cepak dan tertidur.

Saat makan sahur, aku dan ayahku saling diam, tak mau berbicara. Karena aku sangat keras kepala dan merasa paling benar. Setelah makan sahur, aku merasa aneh pada bibirku yaitu panas dan kemudian tumbuh bintik kecil seperti digigit semut.

Aku menyangka kalau itu cuma bisul biasa atau jerawat. Tapi kok bengkak, keluar nanah namun tak merasakan sakit. Aku merasa apakah ini karena aku berani pada ayahku dan membentak-bentaknya.

Bengkak pada bibirku semakin membesar hingga aku tak berani ke luar rumah karena malu dengan teman-temanku. Aku selalu membawa sapu tangan untuk menutupi mulutku. Ketika malam Idul Fitri, ibuku mengajakku untuk periksa ke dokter. Kata dokter hanya panas dalam, tapi kok ke luar nanah dan darah seperti bisul.

Sampai akhrnya waktu shalat Id. Sepulang shalat, aku benar-benar menyesal apa yang telah kuperbuat dengan orang tuaku. Aku segera minta maaf kepada kedua orang tua sambil menangis menyesali diri dan anehnya keesokan harinya bengkak pada bibirku sembuh. Padahal obat yang kuminum baru saja satu kali kuminum.

Aku sadar, walaupun orang tua kita salah kita tidak boleh membentaknya atau menyinggung hatinya. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk teman-teman yang membacanya.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...