Membaca Alquran Dengan Cepat, Bolehkah?

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Alquran adalah kalamullah yang sangat Agung dan dimuliakan. Karenanya Rasulullah menganjurkan ummatnya membaca Alquran suara terindah yang kita punya. Rasul bersabda, "Tidak termasuk golongan kami yang tidak memperindah suaranya saat membaca Alquran". (HR Bukhari).

Ilustrasi Membaca Alquran

Membaca Alquran ada aturan-aturan tajwid yang harus dipatuhi. Boleh membaca Alquran dengan cepat, asal tajwidnya benar.

Jika membaca Alquran tidak memperhatikan hukum-hukum tajwid maka membacanya tidak termasuk ibadah bahkan bisa berdosa.

Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Jazari Ulama pakar tajwid dan Qira'ah dalam syairnya, yang artinya "Membaca Alquran dengan tajwid hukumnya wajib, Siapa saja yang membaca Alquran tanpa memakai tajwid hukumnya dosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkan Alquran berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai pada kita dari-Nya."

Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Muzammil ayat 4: " dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan (tartil). Ali RA salah seorang sahabat nabi sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa tartil adalah Tajwidul Huruf Wama'rifatil Wuquf. Artinya: tartil adalah mentajwidkan huruf-huruf Alquran dan mengetahui waqaf. Jadi hukum asas membaca Alquran adalah harus dengan tartil.

Demikian pula dengan memilih irama atau lagu dalam membaca Alquran. Maka yang harus diutamakan adalah logat atau lahjah Arab beserta kaidah tajwidnya. Bukan langgam atau irama lagunya. Irama lagu tidak boleh mengalahkan makhraj dan aturan tajwid yang telah ditetapkan oleh Allah.

Adapun ketentuan langgam atau irama secara khusus tidak ada ketentuan dari Nabi. Nabi hanya membari rambu-rambu membaca Alquran itu dengan tartil dan dengan suara seindah mungkin yang kita punya. Maka lagu manapun selama tidak merusak kaidah makhraj dan tajwid, serta secara etika atau adab itu tetap menjunjung nilai keagungan Alquran hukum asal mubah atau boleh. Namun seyogyanya saat membaca Alquran itu harus didasari rasa keimanan akan keagungan Alquran.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...