Makna Kejujuran

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Hari ini, aku pergi ke sekolah dengan muka yang cemberut, lesu, dan tanpa semangat sedikitpun. Masih terbayang dalam ingatanku peristiwa seminggu yang lalu.

Ilustrasi

Waktu itu, aku ditertawakan oleh teman-teman di depan kelas karena tidak tahu dan tidak bisa menyanyi. Aku merasa sangat malu. Saat itu pelajaran kesenian, pelajaran yang paling kubenci, sebab suaraku pas-pasan dan kemampuan mengolah vokalku sangat kurang. Hari ini, pelajaran itu akan datang kembali pada jam terakhir.

Sampai di kelas, aku langsung duduk terdiam dan melamun, perasaan cemas, marah, sedih bercampur menjadi satu. Aku bingung karena sebentar lagi aku akan belajar kesenian, hingga akhirnya aku mulai menyusun strategi, gimana caranya agar aku bebas dari mata pelajaran yang menyebalkan itu.

Beberapa saat kemudian, muncul rencana burukku, yakni aku akan berpura-pura sakit setiap kali jam pelajaran kesenian itu datang. Tepatnya setelah jam pertama selesai, aku izin dengan alasan sakit, hingga akhirnya aku disuruh pulang. Alangkah bahagianya hatiku pada saat itu.

Hari demi hari berlalu, dan setiap hari kamis, aku selalu kirim surat sakit, padahal aku tidak sakit. Setelah tiga kali menulis surat yang serupa, ternyata Allah swt. menunjukkan kuasa-Nya, aku benar-benar mengalami sakit, bahkan sampai menjelang ujian semester, aku masih menderita sakit.

Sejak saat itu, aku mulai berpikir, mungkin ini gara-gara aku selalu berbohong dengan mengirim surat sakit setiap ada pelajaran kesenian.

Keesokan harinya, walaupun masih sakit, aku memaksakan diri untuk berangkat ke sekolah. Bukan untuk belajar, tetapi untuk meminta maaf kepada guru kesenianku. Setelah permohonan maaf itu, keesokan harinya saya langsung sembuh, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Peristiwa ini akan selalu kukenang dan kujadikan pelajaran dalam hidupku, bahwa kejujuran itu adalah harta yang tidak ternilai yang harus terus dijaga dan diperjuangkan. Semoga kisah ini bisa dijadikan pelajaran bagi diriku dan untuk yang membacanya tentunya.

Diatas merupakan kisah yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Tanah Abang, Jakarta Pusat. Buat sahabat yang punya kisah-kisah menarik silahkan bisa kirimkan ke sini melalui email aku.islam@yahoo.com dengan subject "KISAH-KISAH" kita akan segera mempublish kisah yang sahabat kirimkan.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...