Kiai Noer Alie, Menghadapi Belanda Dengan Ilmu Gaib

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Singa Bekasi, itulah julukan KH Noer Ali. Tak hanya menimba ilmu di Tanah Air, ia juga berburu ilmu di Makkah. Sepak terjang perjuangannya melawan pun di kagumi. Ia dikenal sakti, bahkan mampu mengelabuhi musuh dengan ilmu gaib.

Kiai Noer Alie, Bekasi

Nama KH Noer Ali, begitu populer di Bekasi, Jawa Barat. Ulama kelahiran Desa Ujung Malang, Bekasi (15 Juli 1914) itu adalah jagonya ulama di zamannya. Ia putra dari Anwar bin Layu (seorang petani) dan ibunya bernama Maimunah.

Semenjak masa kanak-kanak, ia mencita-citakan membangun perkampungan surga, cita-cita mulia yang terus diperjuangkan hingga akhir hayatnya.

Di usia dini, ia belajar membaca Alquran kepada ayah dan kakak kandungnya. Pada usia 5 tahun, ia sudah dapat menghafal surat-surat pendek. Lalu, ia mengaji pengetahuan agama kepada Guru Maksum dan Guru Mughni di daerahnya.

Kiai Noer Ali dikenal sebagai ulama yang cerdas dan sakti mandraguna.

Kesaktian yang dipelajarinya itu dikemudian hari berguna dalam perang fisik melawan pasukan sekutu yang berkeinginan menjajah kembali bumi Indonesia pasca diproklamirkannya kemerdekaan oleh Soekarno-Hatta.

Menurut Kiai Abdullah Rasyid, Kiai Noer Ali adalah salah satu murid dari Habib Ali Al Habsyi dan pelopor pendirian Perkumpulan Pelajar Betawi dan Himpunan Belajar Indonesia.

Kedua organisasi pelajar itu fokus mendiskusikan untuk mencari solusi agar bumi Nusantara terlepas dari jajahan bangsa Belanda.

"Sekembalinya dari Makkah, ia mendirikan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren At-Taqwa yang berlokasi di ujung harapan Bekasi, sebagai langkah awal dalam membangun pergerakan yang telah dirancang dan dipersiapkan selama berada belajar dan berdiskusi dengan teman-temannya di Tanah Suci," kata Kiai Abdullah Rasyid.

ULAMA DAN PEJUANG

Dalam Laskar Rakyat, Kiai Noer menjadi Komandan Batalyon III Hisbullah Bekasi. Keberanian Kiai Noer Ali diperlihatkan dalam pertempuran pada 29 November 1945 melawan pasukan sekutu di Sasak Kapuk. Walaupun, pada akhirnya ia dan pasukannya dapat dipukul mundur oleh pasukan sekutu yang bersenjatakan teknologi modern dan canggih.

"Dalam pertempuran itu dapat melihat jelas kesaktiannya, sehingga ia dijuluki Si Singa Karawang-Bekasi dan Belut Putih karena keberaniannya dalam bertempur serta dapat menghilang dari pandangan musuh. Selain bertempur secara fisik, ia juga melancarkan serangan secara psikologis yaitu dengan memasang bendera merah-putih yang terbuat dari kertas sepanjang jalan Karawang-Bekasi," tutur anak dari Murid Habib Ali Al Habsyi ini.

Atas perlawananya, tentara Belanda naik pitam dan memburu ke tempat keberadaan KH Noer Ali dan TNI di bawah komando Mayor Lukas Kastaryo, hingga sampailah di daerah Rawa Gede, tetapi mereka tidak dapat menemukan orang yang dicarinya. Akhirnya, masyarakat daerah tersebut menjadi sasaran amuk oleh Tentara Belanda.

"Karena ketika tu, Kiai Noer Ali menunjukkan ilmu kasad matanya sehingga tidak terlihat oleh Tentara Belanda," tuturnya.

Guru Noer Ali dikenal sebagai komandan perang yang gagah berani, ia juga seorang politisi yang tangguh dengan menjabat ketua Partai Masyumi Cabang Jatinegara. Pada tanggal 19 April 1950 M, ia meletakkan jabatannya setelah NU keluar dari Partai Masyumi. Ia juga tercatat sebagai salah satu orang yang memelopori terbentuknya Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Bertepatan tanggal 2 Mei 1992 M, Bangsa Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan secara Nasional bahwa kiai yanng politisi dan komandan militer itu wafat saat usianya 78 tahun. Jasadnya dikebumikan di Pemakaman Kompleks Pondok Pesantren At-Taqwa, Bekasi.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, Maka Almarhum dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dengan SK Presiden: Kepres No. 085/TK/2006, Tgl. 3 November 2006, serta namanya di abadikan sebagai nama jalan di Kalimalang, Bekasi.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...