Ketiban Sial Karena Meninggalkan Tawarih

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Kejadian itu memang sudah cukup lama, sekitar empat tahun yang silam, ketika saya masih kerja di Karawang Jawa Barat. Namun saya sampai sekarang masih mengingatnya.

Kena Sial Karena Meninggalkan Tarawih

Pada waktu itu bertepatan bulan suci Ramadhan. Kebetulan waktu saya kerja di Karawang, PT di tempatku bekerja karyawannya diharuskan dan tidak diperbolehkan tinggal di luar, melainkan harus tinggal di mess yang sudah disiapkan oleh perusahaan tersebut. Sudah menjadi kebiasaan di mess, kalau bulan suci Ramadhan selalu diadakan shalat tarawih berjamaah.

Pada suatu malam, saya dan teman saya yang berasal dari Cirebon berniat dan menyusun rencana untuk tidak mengikuti shalat tarawih berjamaah. Pada saat orang sedang melaksanakan shalat tawarih berjamaah, saya dan teman saya menelusup keluar dengan mengendarai sepeda, sampai di luar kami sangat gembira karena kami dapat melaksanakan rencana yang telah kami susu berdua. Sambil berboncengan, saya dan teman saya bersenda gurau. Tanpa kami sadari kami sudah sampai di persimpangan jalan yang akan kami tuju.

Saya dan teman saya tambah semakin gembira karena tidak akan lama lagi kami akan sampai di tempat tujuan. Pada saat itulah dari arah yang berlawanan ada seorang pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor, karena saya terlalu kencang mengendarai sepeda, saya sempat bingung pemuda pengendara sepeda motor itu mau belok kanan atau kiri karena pas di tengah-tengah jalan itu ada sebuah tugu yang cukup tinggi.

Karena tidak dapat mengatasi situasi, akhirnya saya menabrak tugu tersebut. Tidak disangsikan lagi, sepeda yang saya kendarai tadi jatuh dan kami bergulingan di aspal. Akibatnya kuku ibu jari kaki saya lepas dan lutut serta kulit teman saya pun terkelupas.

Dengan bersusah payah, saya dan teman meringis menahan sakit, namun perlahan-lahan kami tetap berjalan sambil membawa sepeda yang sudah tidak beraturan lagi bentuknya.

Sampai di tempat yang kami tuju, tempat saudara satu kampung saya, alangkah terkejutnya dia melihat kami yang sudah luka dan berdarah yang sejak tadi mengalir. Tanpa menunggu lama, kami langsung disuruh masuk dan membersihkan luka dengan air hangat dan memberi obat luka serta perban untuk pembalut luka.

Setelah beberapa bulan kemudian, Alhamdulillah kuku ibu jari kaki saya sembuh dan tumbuh seperti sedia kala. Semoga para pembaca kisah-kisah di AkuIslam.ID dapat memetik hikmah dari pengalaman ini. Allah swt lebih mengetahui segala amal perbuatan yang telah kita lalukan, perbuatan baik atau perbuatan jahat.

Segala perbuatan baik akan menghasilkan amal yang baik pula. Begitupun dengan perbuatan jahat. Marilah kita bersyukur dan senantiasa menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta taat beribadah karena Allah swt akan memberikan ganjaran bagi orang-orang yang taat kepadaNya. Amin.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...