Doa Isteri Yang Teraniaya

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Cerita ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri. Saya mempunyai seorang bibi yang terlalu lugu, baik hati dan hanya mengabdi kepada suaminya. Kisah ini terjadi sekitar tahun 1980-an.

Ilustrasi

Sebut saja bibi saya itu Nur (35 tahun). Suaminya bernama Mario (35 tahun). Ketika mereka memiliki tiga anak, kehidupan ekonomi mereka mulai membaik. Suaminya menduduki jabatan yang sangat basah sebagai Marketing Manager properti sebuah perusahaan yang sangat laku keras, apalagi booming properti memang terjadi di tahun itu.

Ribuan produk perumahan yang dikembangkan oleh perusahaan itu diserbu oleh pembeli. Pembeli antri hanya untuk mendapatkan formulir pembelian tersebut.

Melihat peluang tersebut, Mario pun memanfaatkannya dengan baik. Bagi pelanggan yang tidak dapat formulir, ia dapat menyediakannya, tentu saja dengan imbalan sejumlah uang. Kavling yang diinginkan dapat disediakan dengan imbalan uang pula, semuanya menjadi lancar.

Setiap hari Mario memegang uang banyak. Mobil lebih dari satu. Uang yang banyak tersebut bukannya diberikan kepada isterinya, namun dihambur-hamburkan bersama seorang adiknya dengan berbagai kesenangan dunia, ke karaoke, biskop dan bar.

Akibatnya Mario selalu pulang tengah malam dan tidak lagi memperhatikan keluarga. Padahal untuk mendapatkan uang lebih, Nur seringkali terpaksa mencuri dari saku Mario.

Dalam keadaan yang kecewa, Nur tanpa sadar berdo'a, lebih baik sengsara ekonomi tapi suami terus di rumah ketimbang suami kaya tapi tetap sengsara batin juga.

Ternyata Allah mendengar doa istri yang teraniaya itu. Perlahan-lahan posisi Mario digeser setelah pimpinan perusahaannya diambil alih oleh generasi kedua. Mario yang merasa 'pintar' akhirnya hengkang. Mendirikan perusahaan properti baru bersama partner yang lain. Tapi sayang, perusahaan yang dibangunnya tidak berhasil dan akhirnya harus gulung tikar.

Bahkan, Mario malah terjerumus ke dalam sebuah lingkaran aktifitas perjudian yang memaksanya menjual seluruh harta kekayaannya. Mobilnya habis dan rumah pun ludes. Kini, nasi sudah menjadi bubur, Mario sulit mendapatkan pekerjaan yang baik.

Selain usianya semakin bertambah tua, kemampuannya pun sudah berkurang. Dan yang pasti, ia tidak lagi dipercaya oleh rekan kerjanya yang kariernya terus menanjak naik.

Begitulah akhirnya nasib yang harus diterima oleh Mario. Karnea keserakahannya terhadap dunia dan tidak mau memperhatikan keluarga, akhirnya doa isterinya yang teraniaya itu dikabulkan Allah swt. Dan Mario pun kembali menjadi orang biasa yang tidak memiliki jabatan apa-apa. Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semuanya. Amien.

"Diatas merupakan kiriman kisah dari Sahabat AkuIslam.ID bernama Didy. Buat Sahabat yang mau berkirim-kirim kisah-kisah hebatnya silahkan kirimkan melalui email aku.islam@yahoo.com dengan subject "Kisah-Kisah" kita akan mempublish kisah kalian disini secepatnya".

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...