Doa Ibu Menyadarkanku

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami oleh teman saya, sebut saja namanya Baron. Baron adalah nama panggilan teman-teman dekatnya yang kemudian berhasil menutup nama aslinya, Saefudin. Kejadian ini terjadi pada tahun 1985, ketika saya dan Baron masih duduk di bangku SMA.

Ilustrasi

Baron terkenal sebagai anak yang sangat nakal. Di SMA ia terkenal karena galaknya, sering memalak orang dan hobinya berkelahi. Nyontek dan mengambil barang orang tanpa perlu minta izin adalah hal yang biasa baginya.

Meskipun ia anak orang sederhana dengan ekonomi yang pas-pasan, namun untuk urusan gaul, Baron sampai ke lingkungan anak-anak menengah atas. Ia malas bergaul dengan lingkungan sekitarnya yang kumuh dan kotor.

Ibunya, Aminah (60 tahun) yang setiap hari melihat kelakuan anaknya seperti itu hanya mampu berdoa. Ayahnya yang pedagang kaki lima sebenarnya seringkali memarahi dan kadang memukul Baron dengan benda apa saja.

Suatu ketika, dalam sebuah tawuran siswa sekolah, Baron tertangkap oleh sekumpulan siswa SMA yang selama ini menjadi musuhnya. Baron digebuki dan pulang dalam keadaan babak belur. Kebetulan, Baron mengenali salah satu anak yang menggebukinya itu. Maka ia pun merencanakan untuk balas dendam.

Suatu hari, kesempatan untuk membalas dendam itu pun datang. Ia bertemu dengan salah seorang yang pernah mengeroyoknya. Maka tanpa membuang waktu lagi, dendam yang sudah membara itu ia lampiaskan. Tapi ia pengecut. Ia menusuk lawannya dari belakang. Orang yang sejak awal tidak menyadari kehadiran Baron, langsung tersungkur ketika pisau Baron menancap lewat punggungnya. Siswa itu terpaksa dirawat di rumah sakit, sementara Baron sendiri ditahan oleh Polisi.

Ayahnya yang sudah kesal dengan kelakuan buruk Baron, tidak mau lagi melihat wajah anaknya karena malu. Akan tetapi ibunya, Aminah tetap menjenguk Baron. di depan polisi, wanita yang sangat sayang terhadap anaknya itu langsung sujud di hadapan Baron.

Sengaja ia melakukan itu, agar anaknya mau sadar dan tidak lagi melakukan perbuatan yang bejat. Dengan tangisan yang tak mampu ditahannya, wanita itu menghiba-hiba kepada anaknya agar sadar atas perbuatan salah yang selama ini dilakukannya.

Baron tentu saja tertegun dengan kejadian seperti ini. Begitu juga para polisi yang menyaksikannya. Ternyata, usaha ibunya tidak sia-sia. Baron menangis sejadi-jadinya. Ia baru menyadari jika selama ini ia menempuh jalan yang sesat dan itu membuat hati orang tuanya terluka.

Sejak kejadian itu, tabiat Baron tidak lagi nakal. Ia berubah 180 derajat. Menjadi anak yang baik, berusaha meningkatkan ekonomi keluarga dengan bekerja yang baik dan kini telah menjadi seorang haji.

Diatas merupakan kisah yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID bernama Muhammad Irfan. Buat Sahabat yang punya kisah-kisah menarik bisa kirimkan kisahnya melalui email kita Aku.Islam@yahoo.com dengan Subject "Kisah-Kisah" kita akan segera mempublish kisah yang Sahabat kirimkan.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...