Bertobat Karena Bacaan Basmalah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Pada zaman dahulu ada seorang sahabat bernama Bisyr. Ia menetap di Baghdad. Bisyr muda dikenal orang yang berandal. Ia gemar mabuk-mabukan dan berbuat maksiat lainnya. Namun, suatu ketika ia menemukan secarik kertas yang membuat hidupnya kembali ke jalan yang benar. Di dalam kertas tersebut tertulis kalimat. Basmalah.

Ilustrasi

Suatu hari, Bisyr yang kerap mabuk-mabukan berjalan terhuyung-huyung menuju pulang. Saat itu, tak sengaja ia menemukan secarik kertas di tanah. Ia mengambil kertas itu, lalu membaca isinya.

Tertulis kalimat Basmalah yang artinya "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang". Tanpa berpikir apapun, Bisyr lalu membeli minyak mawar dan memercaki kertas tersebut dengan wewangian itu. Kemudian menyimpannya dengan hati-hati di rumahnya.

Malam harinya salah seorang ulama di desa itu bermimpi aneh. Dalam mimpi itu ulama tersebut diperintahkan Allah untuk mengatakan kepada Bisyr, "Engkau telah mengharumkan nama-Ku, maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah menyucikan nama-Ku, maka Aku pun telah menyucikan dirimu. Demi kebesaran-Ku, niscaya Kuharumkan namamu, baik di dunia maupun di akhirat".

MIMPI ANEH

Ulama itu terbangun dari tidurnya. Sejenak ia merasa aneh dengan mimpi yang baru saja dialaminya. "Tidak mungkin pesan ini ditujukan kepada Bisyr. Ia kan pemuda yang mempunyai akhlak yang tak baik. Atau mungkin aku yang salah menangkap makna mimpi tersebut," pikir ulama itu. Ulama itu lantas berwudhu dan melakukan shalat sunah, lalu tidur lagi.

Namun tetap saja ia mengalami mimpi yang sama seperti mimpi sebelumnya. Ulama itu pun lantas mengulangi perbuatan itu untuk kali ketiga. Ternyata ia tetap mengalami mimpi yang sama. Keesokan harinya, pergilah ulama itu mencari Bisyr. Dia mendapatkan informasi bahwa Bisyr tengah berada di sebuah pesta buah anggur.

Maka pergilah ia ke tempat yang dimaksud. "Apakah Bisyr berada di tempat ini?" tanyanya kepada beberapa orang yang mabuk.

"Ada, tetapi ia dalam keadaan mabuk dan lemah tak berdaya," sahut seseorang.

"Katakanlah kepada Bisyr, ada pesan yang hendak kusampaikan kepadanya," kata ulama suci itu.

"Pesan dari siapa?" tanya Bisyr tiba-tiba menyela.

"Dari Allah!" jawab ulama tersebut.

BERTOBAT

Bisyr tertegun mendengar jawaban sang ulama. Ia tak pernah mengira Allah akan menegur perbuatannya secara langsung. Seketika keluar keringat dingin. Tubuhnya lemas, ia takut kepada Allah. "Apakah pesan itu datang untuk mencela atau untuk menghukum diriku? Tunggulah sebentar wahai ulama, aku akan pamit kepada sahabat-sahabatku dahulu," seru Bisyr dengan berlinang airmata lantas bertobat.

"Wahai sahabat-sahabatku, aku dipanggil. Oleh karena itu aku harus meninggalkan tempat ini. Selamat tinggal, kalian tidak akan pernah melihat diriku lagi dalam keadaan seperti ini," kata Bisyr kepada teman-teman minumnya.

Sejak saat itu tingkah laku Bisyr berubah. Sehingga tak seorang pun yang mendengar namanya tanpa kedamaian. Cahaya ilahi telah menyentuh hatinya. Sedemikian asyiknya ia menghadap Allah, bahkan mulai saat itu ia tak pernah lagi memakai alas kaki. Inilah sebabnya Bisyr dijuluki manusia berkaki telanjang.

"Bisyr, apakah sebabnya engkau tak pernah memakai alas kaki?" tanya seseorang.

"Ketika aku berdamai dengan Allah, saat itu aku malu mengenakan alas kaki. Apalagi bukankah Allah Yang Maha Besar telah berkata, 'Telah kuciptakan bumi sebagai permadani untukmu.' Dan bukankah tidak pantas apabila berjalan memakai sepatu di atas permadani raja?" jelas Bisyr.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...