Aspek Kesehatan Di Balik Thuma'ninah

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Dalam shalat, thuma 'ninah (berhenti sejenak beberapa detik) merupakan aspeks penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab thuma'ninah termasuk rukun shalat yang tidak dapat ditinggalkan. Bahkan dalam satu riwayat, dikisahkan Nabi pernah menegur orang yang mendirikan shalat dengan terburu-buru.

Ilustrasi

"Ulangi shalatmu karena kau belum melaksanakannya," perintah Nabi. Lantas, orang itu mengulang shalatnya, hingga tiga kali, karena Nabi melihat tidak thuma'ninah. Hingga akhirnya, Nabi mengajarkan praktek shalat dengan memperhatikan thuma'ninah.

Dari cerita di atas, bisa dipahami bahwa thuma'ninah menduduki tempat penting dalam shalat. Tapi, di balik perintah itu, sebagian besar umat Islam bisa jadi banyak yang tidak tahu manfaat thuma'ninah. Padahal, di balik syariat thuma'ninah itu, termaktum aspek penting dari sisi kesehatan.

Saat orang rukuk atau sujud dengan menundukkan kepala hingga posisinya lebih rendah dari paru-paru, memiliki dampak besar bagi peningkatan fungsi otak. Posisi itu bahkan dapat memelihara jaringan pembuluh darah otak, karena hal itu bisa menjaga kesehatan seseorang meskipun usianya sudah tua.

Sebaliknya, shalat yang dilakukan tergesa-gesa tanpa thuma'ninah itu seperti dijelaskan Dr Jamal Elzaky dalam Buku Induk Kesehatan Ibadah bisa membahayakan tubuh. Gerakan shalat yang dilakukan tiba-tiba atau tergesar akan mengagetkan (shock) jaringan otot.

Selain itu, gerakan yang cepat dan tiba-tiba bisa mempercepat peredaran darah dari dan menuju otak serta jantung. Keadaan itu menyebabkan tersendatnya aliran darah khususnya bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi, lantaran menaikkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung.

Itulah kenapa dalam rukuk dan sujud diperintahkan untuk thuma'ninah. Sebab, ketika orang rukuk dan sujud dengan buru-buru akan bisa menimbulkan rasa sakit karena persendian terkilir.

Lebih dari itu, ketika kepala ditundukkan dengan cepat, bisa menimbulkan kekagaten dalam otak. Apalagi, ketika shalat itu dilakukan tidak selang lama setelah makan dengan tanpa thuma'ninah. Hal itu bisa merusak sistem pencernaan, sebab makanan yang buruk masuk tak bisa diproses sistem pencernaan dengan baik.

Selain itu, gerakan rukun dan sujud tanpa thuma'ninah bisa menyebabkan nyeri tulang punggung. Sebab hal itu bisa menyebabkan terkilirnya persendian tulang punggung dan tulang panggul.

Bahkan shalat tanpa thuma'ninah itu bisa menyobek atau melukai jaringan otot pada leher dan punggung, atau melukai pembuluh darah.

Dilihat dari aspek kesehatan, bisa dipahami tentang hikmah luar biasa di balik perintah thuma'ninah. Sebab, di balik itu, tersimpan pelajaran penting peredaran darah menuju otak.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...