Akibat Terjerat Narkoba

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Gara-gara kecewa orang tua bercerai, wanita ini melampiaskan dengan cara pergaulan yang salah. Akibatnya, ia terjerumus mengonsumsi obat-obatan haram. Bersyukur ia mendapat solusi islami dengan ruqyah.

Ilustrasi

Sebut saja namaku Lili, anak bungsu dari tiga bersaudara. Orang tuaku bercerai, kedua kakakku memutuskan untuk ikut ayah ke luar negeri dan menetap di sana. Sedangkan aku tinggal bersama Mama di rumah cukup mewah hasil pembagian harta gono-gininya.

Sejak saat itu suasana rumah semakin sepi. Akupun tiba-tiba merasa kehilangan kendali yang selama ini mengikatku. Aku merasa bebas, tak ada lagi larangan dan peraturan-peraturan yang selalu mengekangku untuk bereksplorasi karena Mama lebih mementingkan bisnisnya.

Perkenalanku dengan obat terlarang berawal dari keinginan mencari sesuatu yang bisa memberi rasa nyaman buat batinku yang terluka dan terpukul setelah perceraian orang tuaku.

Akibat pergaulan yang terlalu bebas dan kiblat yang salah, perlahan tapi pasti aku mulai mengenal minuman keras dan narkoba. Tak jarang pula aku mengajak teman-teman untuk pesta barang haram itu di rumahku ketika Mama sedang ke luar kota.

Semakin hari kehidupan kelam yang aku jalani semakin gelap dan sering bolos sekolah karena sakau.

DITERAPI

Lamban laun, Mama pun curiga, Diam-diam mencoba menyelidiki penyebabnya dan akhirnya terbongkar. Dengan berbagai alasan yang mengandung ancaman, Mama membawaku ke panti rehabilitasi Narkoba.

Tiga bulan berlalu, kondisiku berangsur-angsur membaik. Sambil menangis aku berjanji kepada Mama untuk tidak memakainya lagi.

Tetapi, situasi itu hanya sesaat. Aku kembali jatuh ke lubang yang sama setelah berkenalan dengan seorang pria, yang ternyata menjerumuskanku ke hal yang sama.

Alih-alih dapat mengambil hikmah dari peristiwa sebelumnya, aku justru mulai berani berbohong tentang keuangan dalam jumlah besar dengan alasan klise untuk membeli barang perusak mental itu.

Mama mulai gusar dengan sikapku, lalu kembali berusaha keras mencari jalan keluar untuk menyembuhkanku, termasuk mendatangi beberapa pengobatan alternatif, namun semua usahanya sia-sia.

Hingga akhirnya salah satu kerabat menyarankan Mama untuk meruqyahkanku ke tempat seorang Ustad yang ada di Semarang. Mama pun meng'iya'kan saran tersebut tanpa buang waktu dan berpikir ulang lagi.

Tak satupun masalah yang aku sembunyikan saat berkonsultasi dengan Ustadz karena aku berharap dengan begitu semua beban yang ada di dalam diriku bisa keluar dan ada solusi yang bisa aku dapatkan.

"Kesuksesan dan ketenangan jiwa tak akan bisa diraih dengan menjadi pencandu narkoba. Tanamkanlah keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda bisa sembuh," tandas Ustadz

Kini aku sadar dan sangat ingin kembali ke jalan yang benar walau semua hal akan terasa sangat berat dan mungkin membutuhkan waktu yang lama. Pengalamanku ini akan kusimpan semampuku sampai tiba saat aku tak sanggup lagi menyimpannya dan siap menerima semua konsekuensi atas perbuatanku. Semoga Allah SWT mau mengampuniku dan memberikanku kemudahan. 

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...