Akibat Melepas Jilbab

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Peristiwa ini terjadi sudah beberapa tahun yang lalu, tepatnya hari Kamis, 12 Juni 2003. Saat itu adalah awal-awal kelulusanku dari tingkat SMU. Alhamdulillah aku adalah seorang muslimah yang telah mengenakan jilbab, walaupun aku baru mengenakannya saat duduk di kelas 2 SMU.

Ilustrasi

Aku memang baru benar-benar mengerti tentang Islam dan wajibnya menutup aurat (berjilbab) bagi seorang wanita yang telah baligh.

Pemahaman itu bertambah sejak aku mengikuti kegiatan Islam di sekolah dan menthoring di kelas 1 SMU lalu. Maklumlah, dari SD hingga SMU aku selalu bersekolah di sekolah negeri, apalagi pendidikan agama dalam keluargaku sangatlah kurang, paling hanya sebatas shalat, puasa, dan mengaji. Tetapi aku bersyukur, sebab Allah swt. telah memberiku hidayah-Nya yang begitu besar dengan berjilbab.

Saat aku lulus SMU, aku mulai futur (menyimpang). Kekafahanku untuk berjilbab pun sedikit memudar. Hingga suatu hari, ada seorang sahabat SMP-ku datang berkunjung, kami bersahabat sejak kelas 2 SMP. Dia tinggal bersama tantenya di daerah Beji, Depok, sementara kedua orang tuanya tinggal di Padang, Sumatera Barat.

Dia memang bukan seorang wanita yang kuat agamanya, namun dia adalah sosok teman yang sangat bisa menghargai orang lain. Siang itu, kami berencana pergi ke Plaza Depok, sekedar untuk berjalan-jalan. Lagipula, saat itu adalah saat terakhir kami pergi bersama, sebab besok lusa dia akan pindah ke Padang.

Aku pun bersiap-siap dan mulai memilah-milah baju mana yang cocok dan bagus untuk dipakai. Tidak hanya aku, tetapi sahabatku itu juga sibuk memilihkan baju yang sesuai. Namun, saat dia membuka lemariku dia merasa heran dan berkata, "Ke, baju loe kok panjang-panjang semua sih! Kuno-kuno lagi, gak modern ah! Gak ada yang lain apa?!" Akupun hanya tersenyum menanggapi kata-katanya. Lalu, dia membuka lemari yang satu lagi dan menemukan satu blouse berlengan tanggung yang cukup menarik.

"Nah, ini nih baru ok, loe pakai baju yang ini aja Ke!", katanya seraya menyodorkan baju itu kepadaku. lekas aku menolak, sebab, jika aku memakai baju itu tentunya tidak cocok dengan jilbab. Tetapi dia terus memaksa dan menbujukku. Singkat cerita, entah karena bisikan setan atau memang imanku yang tipis, akupun menurut saja padanya, meskipun hatiku sedikit gelisah dan merasa bersalah karenanya.

Akhirnya aku pergi dengan memakai celana jeans dan blouse berlengan tanggung serta sandal dengan hak yang tinggi. Sungguh, aku sendiri tidak percaya mampu menanggalkan pakaian mulia itu dengan mudahnya.

Awalnya, perjalananku lancar-lancar saja, hingga suatu hal yang sangat memalukan terjadi. Saat aku turun dari angkot, hak sandalku patah sebelah. Spontan...., semua orang melihat ke arahku dan menertawakanku. Aku malu sekali. Namun, dengan gaya sok cuek layaknya sebuah iklan, akupun mengambil sandalku yang sebelah lagi, lalu mematahkan hak satunya lagi hingga dua-duanya tampak serasi. Sambil menahan malu, kami tetap melanjutkan perjalanan.

Aku shock sekali dengan peristiwa itu. Tetapi aku sadar, mungkin itu adalah teguran dari Allah swt. atas kelalaianku menjaga amanat-Nya, senantiasa menutup aurat. Alhamdulillah, sejak peristiwa itu aku selalu mengenakan jilbabku di manapun aku berada.

Semoga kita dapat memetik pelajaran dari kisah ini. Untuk para muslimah, jagalah selalu kehormatan diri kita dengan menutup aurat sebagaimana tercantum di dalam al-Qur'an, serta mampu menjadi muslimah yang kaffah yang dapat membimbing anak cucu kita agar menjadi hamba Allah yang soleh dan solehah.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...