Shalat Khusyuk Meringankan Rasa Sakit

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Dalam penelitian modern disimpulkan bahwa shalat itu terapi atau meditasi tingkat tinggi yang tidak saja bisa meringankan rasa sakit, tapi juga bisa menyembuhkan luka.

Shalat Khusyuk

Dalam sebuah peperangan, Ali bin Abi Thalib dikisahkan terkena anak panah. Orang-orang terdekat Ali berusaha sekuat tenaga mencabut anak panah itu, tapi tak sanggup mencabutnya karena setiap kali anak panah itu dicabut, Ali tidak kuat menanggung rasa sakit.

Mereka urung mencabut anak panah itu, dan kemudian menunggu Ali Shalat.

Keajaiban pun terjadi. Saat Ali shalat, salah satu dari mereka mencabut anak panah yang mengenai Ali, dan Ali ternyata tidak merasakan sakit lantaran sedang dibuai kekhusyukan dan ketenangan dalam shalat.

Apa itu sebuah mukjizat? Itulah rahasia kekhusyukan shalat. Ali bin Abi Thalib dalam literatur Islam memang dikenal sebagai salah satu sahabat yang khusyuk dalam menjalankan shalat.

Ketika khusyuk shalat, dan segala urusan dunia dikesampingkan dan seluruh potensi dari energi dipusatkan pada satu titik hanya ke hadirat Allah, rasa sakit menjadi tidak lagi dirasakan. Sebab, jiwa sudah terpaut kepada Allah dan rasa sakit pun bisa diabaikan.

Tak salah, jika dalam penelitian modern disimpulkan bahwa shalat itu merupakan terapi atau meditasi tingkat tinggi yang tidak saja bisa meringankan rasa sakit, tapi juga bisa menjadi penyembuh luka. Dalam sebuah penelitian, pernah diujicobakan: responden diminta merendam tangan mereka dalam air panas dan kemudian aktivitas gelombang otak mereka dideteksi.

Apa yang terjadi? Aktivitas gelombang otak ternyata menunjukkan perubahan mengikuti rasa sakit yang mereka rasakan.

Kemudian, uji coba yang sama dilakukan pada orang yang biasa meditasi, dan ternyata otak mereka tidak merespon rasa sakit.

Pendek kata, meditasi yang rutin dilakukan ternyata bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga rasa sakit tidak memengaruhi otak dan tidak menyebabkan nyeri pada si penderita.

Tidak salah, jika kekhusyukan yang dialami Ali itu membantunya untuk menangguhkan dan meringankan rasa sakit.

Bahkan, sejatinya, kekhusyukan shalat itu merupakan metode efektif untuk melatih kesabaran dan pengendalian emosi. Jadi, shalat itu bukanlah sebuah perintah Allah yang sia-sia.Sebab, jika dilakukan dengan khusyuk, shalat itu bisa meringankan rasa sakit dan bahkan menjadi medium untuk menyembuhkan luka atau sakit.

Hal itu sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, "Rasulullah saw melihatku, dan aku sedang tidur menggeliat akibat sakit perutku. Beliau lantas bertanya, 'Asykinta durb?" (lafal Persia, artinya apakah di perutmu ada sakit?") Aku pun menjawab, "Benar, ya Rasulullah!" Lalu, Rasulullah bersabda, "Bangkitlah, dan laksanakan shalat. Sesungguhnya, dalam shalat itu ada obat." (HR Ibnu Majah).

Related Posts