Petasan Yang Melayangkan Jari Tangan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Puji syukur kepada Allah swt. yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga saya masih diperkenankan menulis pengalaman ini yang pernah saya alami. Semoga cerita ini dapat memberi sedikit masukan pada hati para "sahabat".

Ilustrasi

Kejadian ini berawal ketika bulan Ramadhan, sekitar dua tahun yang lalu, Seperti bulan-bulan Ramadhan terdahulu, di kota saya, Gombong, semua anak muda banyak yang membuat petasan. Ada juga yang membeli di toko-toko sekitar.

Mungkin, kegiatan itu terus dan terus akan terjadi, bila bulan Ramadhan tiba. Semua itu sudah menjadi tradisi menyambut bulan yang penuh rahmat dan berkah itu. Meskipun telah dilarang pemerintah, tetapi tetap saja dilanggar.

Saya pun tidak mau ketinggalan dengan semua itu. Pokoknya, anak-anak muda merayakan kedatangan bulan Ramadhan dengan bunyi-bunyian petasan. Mungkin, setiap hari, apabila ada waktu luang, saya dan teman-teman selalu membuat petasan.

Semua kertas-kertas, buku-buku yang sudah tak terpakai, dibuat bahan petasan. Jadi, tiada hari tanpa petasan, meski sudah diperingatkan. Enam hari puasa tidak terasa telah terlewati. Malam itu adalah hari terakhir saya merasa bahagia dengan anugerah yang diberikan Allah swt, yakni kelengkapan anggota badan. Kita manusia, tidak tahu apa yang akan menimpa pada diri kita, termasuk hidup, mati, dan rezeki.

Keesokan harinya, terjadilah peristiwa yang menimpa pada tangan saya. Kira-kira setelah sholat Shubuh, saya bersama teman-teman jalan bersama. Kebetulan, saya membawa petasan, kira-kira 5 buah. Ternyata dari 5 petasan itu, hanya 4 petasan yang berbunyi dan satu lagi tidak berbunyi.

Lalu, petasan itu saya bawa pulang. Namun, sebelum pulang, saya berhenti sebentar di gardu (pos kamling) kampung saya. Disitu, saya dan teman-teman ngegodain cewek-cewek yang lewat dengan pura-pura membakar sumbu petasan itu. Yang namanya cewek, kalau di kerjain, takutnya bukan main, lebih-lebih dengan petasan, jadi tambah takut.

Setelah pagi, kira-kira jam 06.00, saya pulang dan bermaksud memperbaiki petasan itu. Ternyata saat itu adalah saat-saat tragis buatku. Petasan yang tidak berbunyi tadi, meledak saat kuperbaiki dan mengenai kedua tangan saya. Tangan yang kanan tidak terlalu parah, tetapi tangan kiri....! membelah menjadi dua. Pokoknya, serem deh! Kulit tangan mengelupas otot-otot ada yang putus, tulang-tulang ada yang kelihatan dan salah satu dari lima jari saya mengelupas kukunya.

Akhirnya, dokter memutuskan jadi itu dipotong, karena dianggap berbahaya. dari peristiwa itulah, aku sadar bahwa siapa yang menanam apa saja, pasti akan memetik buahnya. Barang siapa yang menanam kebaikan, dia akan menuai kebaikan, begitu juga sebaliknya.

Sahabat AkuIslam, aku bersyukur kepada Allah swt, karena masih diberi kesehatan jasmani dan rohani, meski kini salah satu jariku ada yang hilang. Meski seperti itu, aku mencoba tabah dan sabar atas semua gunjingan orang.

Mungkin, semua itu hanya sekedar peringatan buat saya agar jangan sekali-kali membuat petasan itu dengan kertas-kertas yang bermanfaat, Saya berharap, pengalaman hidup saya menjadi bahan pertimbangan dan pelajaran yang bermanfaat dan berguna.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...