Pesan Rasulullah Saw Menyambut Ramadan

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Alhamdulillah, kita sudah berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadan. Bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Untuk itu, mari kita siapkan diri lahir dan batin seperti pesan dalam khutbah Rasulullah Saw di akhir bulan Syakban.


Di akhir bulan Syakban Rasulullah Saw berpesan dalam khutbahnya. Imam ibn Khuzaimah dalam kitab At-Targhib (jilid 2, hal 217-218). meriwayatkan sebuah hadis dari sahabat Salman Ra, yang mengatakan bahwa Rasul Saw pada hari terakhir bulan Syakban berkhutbah di hadapan kaum muslim. Di sana terkandung berbagai pesan Rasulullah Saw. Berikut pesan Rasulullah Saw:

BULAN YANG AGUNG

Pertama, bulan Ramadan adalah bulan agung (syahrun 'azim). Di dalamnya penuh berkah (syahrun mubarak) yang mempunyai bobot lebih dibanding sebelas bulan lainnya dan disebut sebagai penghulu segala bulan (Sayyidussyuhur).

Oleh karena itu, kaum muslimin harus menyiapkan diri memasuki bulan ini dengan penyambutan yang luar biasa.

MALAM MULIA

Kedua, di dalam keagungan bulan Ramadan terdapat suatu malam yang sangat utama bagi ummat manusia yaitu Lailatulqadar (malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan). Untuk itu, mari kita niatkan sejak sekarang untuk menyambut malam kemuliaan itu dengan berbagai ibadah yang disunahkan oleh Rasulullah Saw. Untuk itu, mulai sekarang kita sudah mulai mengaji keutamaan, amalan-amalan, dan sunah-sunah Rasul untuk ibadah di malam seribu bulan itu.

PERSIAPAN BERPUASA

Ketiga, pada bulan ini Allah SWT mewajibkan shaum (Puasa) sebulan penuh. Sebagaimana ditegaskan dalam Alquran surat Al Baqarah [2], ayat 183).

Imam Bukhari dalam kitab Fath al-Bari meriwayatkan hadis dari 'Aisyah Ra bahwasanya ia berkata, "Rasulullah Saw kadang-kadang terus-menerus berpuasa (sunah) sampai-sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka. Kadang-kadang beliau terus-menerus berbuka sampai-sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa (sunah).

Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan penuh selain bulan Ramadan dan saya tidak pernah melihat beliau banyaj berpuasa lebih dari bulan itu pada bulan Syakban.

SHALAT MALAM

Keempat, selain mewajibkan ibadah puasa di siang hari, Allah SWT menganjurkan ibadah sunah di malam hari berupa qiyamullail yang kemudian dikenal dengan shalat Tarawih. Rasul Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah telah memfardukan shaum di bulan Ramadan kepada kalian dan aku syariatkan kepada kalian agar mendirikan (dengan shalat Tarawih). Barang siapa yang mempuasai dan mendirikannya karena iman dan mengharapkan ridha Allah SWT niscaya ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dikeluarkan dari ibunya," (HR An-Nasa'i dan Ahmad).

MENAMBAH IBADAH SUNAH

Kelima, Allah SWT menawarkan pahala luar biasa kepada kaum muslim yang rajin beribadah di bulan Ramadan. Siapa saja melakukan amalan sunah di bulan Ramadan akan dinilai sama dengan melakukan amalan wajib di bulan lain. Orang yang mengerjakan amalan fardu di bulan itu, dilipatgandakan 70 kali pahalanya.

Oleh karena itu, di bulan Ramadan kaum muslim panen pahala. Sebab, jika ia melaksanakan shalat lima waktu terus-menerus selama sebulan, akan dinilai oleh Allah SWT seperti mengerjakannya dalam 70 bulan. Sedangkan shalat-shalat sunah seperti Rawatib, Duha, Tahiyatulmasjid, Tarawih malam hari, dan lain-lain diganjar pahala setara dengan shalat fardu pada bulan lain. Subhanallah.

BERLATIH SABAR

Keenam, Ramadan disebut juga dengan bulan kesabaran (syahrulshabri). Dalam suatu hadis Rasul Saw menggambarkan puasa sebagai separuh kesabaran (nifsu sabri) dan pahalanya adalah surga. Dalam khutbah Rasulullah Saw di akhir Syakban menyebutkan pahala sabar adalah surga.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...