Pahala Membantu Tetangga & Yatim

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Abdullah bin Mubarak mencari seorang muslim yang hajinya telah diterima oleh Allah SWT. Dan Allah pun memberikan petunjuk bahwa Muwaffaq adalah muslim yang hajinya mabrur. Setelah ditelusuri, ternyata Muwaffaq justru malah batal haji. Namun ia memperoleh pahala haji hanya karena membantu tetangga dan anak yatim piatu yang sedang kelaparan.


Pada suatu masa ketika Abdullah bin Mubarak berhaji, ia tertidur di Masjidilharam. Saat itu, ia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit, lalu yang satu berkata kepada yang lain. "Berapa banyak orang-orang yang berhaji pada tahun ini?"

"Enam ratus ribu," jawab malaikat yang lain.

"Berapa banyak yang diterima?" ia bertanya lagi.

"Tidak seorang pun yang diterima, hanya ada seorang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwaffaq, dia tidak dapat berhaji, tetapi diterima hajinya sehingga semula yang haji pada tahun itu diterima dengan berkat hajinya Muwaffaq," jawabnya.

MENOLONG TETANGGA

Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, maka terbangunlah ia dari tidurnya dan langsung berangkat ke Damsyik mencari orang yang bernama Muwaffaq itu. Seseorang yang bisa menjadikan haji seseorang diterima oleh Allah SWT. Sampailah ia di rumah Muwaffaq. Diketuklah pintu rumahnya, keluar seorang lelaki dan segera Abdullah bertanya namanya.

"Anda siapa," tanya Abdullah.

"Saya Muwaffaq," jawabnya.

Mengetahui bahwa yang ada di hadapannya adalah orang yang ia cari, tidak basa-basi Abdullah langsung menanyakan perihal yang ingin ia ketahui. "Kebaikan apakah yang telah engkau lakukan sehingga mencapai derajat yang sedemikian itu?" tanya Abdullah.

"Tadinya aku ingin berhaji, tetapi tidak dapat karena keadaanku. Tetapi mendadak aku mendapat uang tiga ratus dirham dari pekerjaanku membuat dan menambal sepatu," cerita Muwaffaq.

Kemudian Muwaffaq melanjutkan ceritanya kembali. "Aku berniat haji pada tahun ini, sedangkan saat ini istriku juga hamil, maka suatu hari dia tercium bau makanan dari rumah majikanku dan ingin makanan itu, maka aku pergi ke rumah majikanku dan menyampaikan tujuan sebenarku kepada majikanku. Kemudian saat Muwaffaq mendatangi majikannya, bukanlah sebuah makanan yang ia dapat. Majikannya tersebut berkata kepada Muwaffaq.

"Aku terpaksa membuka rahasiaku. Sebenarnya anak-anak yatimku sudah tiga hari tanpa makanan, karena itu aku keluar dan mencari makanan untuk mereka. Tiba-tiba bertemulah aku dengan bangkai kambing di suatu tempat, lalu aku potong sebagian dan aku bawa pulang untuk kumasak, maka makanan ini halal bagi kami dan haram untuk makanan kamu," jelasnya.

MENJADI ORANG BAIK

Ketika mendengar jawaban itu, Muwaffaq segera kembali ke rumah dan mengambil uang tiga ratus dirham. Ia menyerahkan uang itu seraya menyuruhnya membelanjakan uang itu untuk keperluan anak-anak yatim yang ada dalam jagaannya itu. "Sebenarnya hajiku adalah di depan pintu rumahku." kata Muwaffaq lagi.

Demikianlah cerita yang sangat berkesan bahwa membantu seorang tetangga yang dalam kelaparan amat besar pahalanya, apalagi di dalamnya terdapat anak-anak yatim. Ada yang Tanya pada Rasulullah, "Ya Rasulullah, tunjukkan padaku amal perbuatan yang bila kuamalkan akan masuk surga."

"Jadilah kamu orang yang baik," jawab Rasulullah.

"Ya Rasulullah, bagaimanakah akan aku ketahui bahwa aku telah berbuat baik?" tanyanya lagi.

"Tanyakan pada tetanggamu, maka bila mereka berkata engkau baik, maka engkau benar-benar baik dan bila mereka berkata engkau jahat, maka engkau sebenarnya jahat," jelas Rasul.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...