Jenazah Remaja Dirubungi Lalat

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - "Rasa terkejut mereka tidak berhenti sampai disitu. Tiba-tiba saja lalat-lalat besar mengerubungi tubuh Adam."

Ilustrasi

Kisah nyata ini terjadi di sebuah kampung, di daerah Kuningan. Tersebutlah Ibu Sarmi dan anaknya, Adam (duduk di bangku SMA). Awalnya, Adam dikenal sebagai anak yang baik, pendiam dan rajin. Banyak warga di kampungnya yang suka kepada Adam karena kerajinan dan kesopanannya.

Semua itu menjadi berubah tatkala Ayah Adam meninggal dunia. Anak remaja itu seketika suka pada minum-minuman keras, judi, dan selalu pulang malam hati. Tampaknya sosok ayah begitu berarti bagi Adam. Dengan kata lain, selama ini sang ayah bisa mengontrol atau mengendalikan dirinya apabila mulai melenceng. Ketika ayahnya meninggal, otomatis tak ada lagi figur yang ditakutinya.

Ibunya yang masih hidup tak pernah dianggapnya. Bahkan, Adam selalu pulang larut malam dalam keadaan mabuk. Suatu ketika sang ibu menegurnya.

"Kenapa kamu selalu pulang malam, Nak?"

"Bukan urusan ibu, kalau saya mau pulang malam, sore ataupun siang," Jawab Adam begitu kasar.

Sang ibu begitu sedih mendengarnya. Anak yang dulu dibanggakannya kini benar-benar telah berubah. Jika ia mengingat suaminya yang telah meninggal, kesedihan itu akan bertambah. Sebagai seorang ibu, ia menyadari tak bisa mengontrol dan mengendalikan anak lelakinya.

Saat ayahnya masih hidup, mungkin ia begitu memanjakannya. Penyesalan memang selalu datangnya kemudian.

Usia Adam masih muda. Sang ibu masih berharap bahwa anaknya itu akan berubah kelak. Karena itu, nasehat demi nasehat terus diberikan kepada Adam. Namun, hanya masuk lewat telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Nasehat itu tak pernah mampir lama di otak dan pikirannya, lewat begitu saja.

Bahkan, ulah Adam tidak saja meresahkan ibunya, namun juga mulai mengganggu masyarakat. Beberapa warga mulai terganggu dengan kelakuan buruk Adam. Puncaknya, Adam pernah diarak oleh warga karena kelakuan buruknya tersebut. Namun, sang ibu kemudian menolongnya sehingga Adam bisa terbebas dari nasib yang lebih buruk lagi.

Ibu berpikir, kejadian tersebut akan membuat Adam sadar dan mulai menghormati ibunya. Nyatanya, kebiasaan buruknya yang suka mabuk dan judi, tetap tak bisa dihilangkannya. Kalau dimarahi, Adam akan jauh lebih marah lagi. Begitulah seterusnya, akhirnya sang ibu pun sudah lelah.

Suatu ketika, Adam berangkat ke sekolah. Untuk sampai ke sekolah, Adam terbiasa menggunakan sepeda motor. Mungkin karena terburu-buru atau karena sudah menjadi kebiasaan, Adam begitu kencang mengendarai motornya. Hingga tanpa sadar bahwa di depannya ada mobil truk yang sedang melaju kencang juga.

Akhirnya tabrakan pun tak terelakkan lagi. Brukkkk....!!! Motor Adam terpelanting dan tubuhnya terseret beberapa meter. Ia mengalami kecelakaan dahsyat sehingga tubuhnya luka penuh darah. Adam pun dibawa ke rumah sakit. Sehari dirawat, masa kritis Adam belum lewat.

Ia banyak mengeluarkan darah segar yang cukup sulit dikendalikan oleh dokter. Memasuki hari kedua, keadaan Adam tidak berubah. Ia masih tak sadarkan diri karena keadaannya yang parah tersebut. Dan di hari ketiga, ternyata nyawa Adam memang tak bisa diselamatkan lagi.

Ia tak kuasa menahan datangnya takdir Tuhan, yaitu kematian. Meski diketahui nakal dan suka meresahkan masyarakat, Ibu Sarmi tetap begitu sedih dan terpukul atas kematian anaknya tersebut. ia pun menangis.

Yang menyedihkan Ibu Sarmi, kematian sang anak justru dalam keadaan yang kurang baik, dibenci oleh warga dan kurang disenangi oleh dirinya juga sebagai seorang ibu. Namun, harapan kecil Ibu Sarmi dalam hatinya adalah Adam sempat bertaubat yang tidak diketahui oleh siapapun sehingga akan memudahkannya di alam akhirat nanti.

Apakah Adam sempat bertaubat sebelum kematiannya? Tiada yang tahu. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Yang jelas, setelah dipastikan meninggal di hari ketiga di rumah sakit, tubuh Adam yang kaku dibawa kembali ke rumahnya untuk segera diurus kematiannya, mulai dari dimandikan, dikafani, dishalatkan hingga dikuburkan.

Tibalah saatnya dimandikan. Beberapa tetangga sudah siap akan membersihkan tubuh Adam yang sedari tadi kaku, terutama dari pihak keluarganya. Awalnya, tidak ada yang curiga dengan tubuhnya dan keadaan sekitarnya.

Namun, keadaan mulai berubah saat proses pemandian berjalan beberapa saat. Tiba-tiba bau yang sangat tidak sedap tercium di sekitar tubuh Adam. Bau itu semakin terasa. Setelah ditelusuri ternyata bau itu datangnya dari tubuh Adam.

Betapa terkejutnya orang-orang yang ada di sekitar tempat pemandian. Baru kali ini mereka menemukan kejadian ganjil yang menimpa seseorang. Rasa terkejut mereka tidak berhenti sampai di situ. Tiba-tiba saja lalat-lalat besar mengerubungi tubuh Ada, Dikibas-kibas agar pergi, nyatanya tetap ada. Bahkan, lalat-lalat itu semakin banyak berdatangan dan mengerubungi bau busuk tubuhnya Adam.

Sebagian orang mengaitkan antara bau busuk dan datangnya lalat-lalat itu. Bisa jadi, karena tubuhnya si Adam bau, akhirnya lalat-lalat itu mau datang. Sebab, lazimnya lalat-lalat memang akan mendatangi hal-hal yang berbau busuk seperti bingkai.

Sebagian lainnya mengira bahwa keduanya tak berkaitan. Lalat-lalat itu datang memang atas kehendak Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya bahwa demikianlah keadaan orang yang meninggal dalam posisi yang tidak baik, yaitu diperlihatkan hal-hal ganjil seputar kematiannya.

Jadi, atas izin Allah, kalaupun tubuh Adam tidak berbau, lalat-lalat itu akan tetap datang. Entahlah, manakah yang benar. Yang jelas, sang ibu kembali sedih dan terpukul atas kejadian itu. Firasatnya mengatakan bahwa anaknya memang meninggal dalam keadaan yang kurang baik. Berarti, ia belum sempat bertaubat sebelum kematiannya.

Akhirnya, proses pemandian tubuh jenazah Adam selesai. Setelah itu dikafani dan kemudian dishalatkan. Tinggal proses terakhir, yaitu dikuburkan. Keluarga dan teman-teman mengiringi kepergiannya ke pemakaman diiringi rintik-rintik hujan. Akhirnya, tubuh Adam pun dikuburkan tanpa menyisakan kisah ganjil lagi.

Demikian kisah tragis dan menyedihkan yang menimpa sosok anak remaja bernama Adam. Semoga kita bisa belajar dari kisah ini!. Amin.

Related Posts