Jenazah Dishalati Ribuan Orang

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Abdullah bin Mas'ud dikenal sebagai sosok pemberani. Ia bahkan berani berdakwah terang-terangan hingga dipukuli kaum Quraisy. Selain itu, ia juga sosok yang baik hati. Terbukti ketika meninggal, ribuan orang ikut menyalati jenazahnya.


Suatu hari, para sahabat Rasulullah Saw tengah berkumpul di Makkah. Saat itu, mereka adalah kelompok minoritas yang selalu tertindas. Mereka berkata, "Demi Allah, kaum Quraisy belum pernah mendengar Alquran dibacakan dengan keras kepada mereka. Siapakah orang yang berani membacakannya kepada mereka?"

Kemudian, tiba-tiba Abdullah bin Mas'ud berinisiatif untuk membacakan Alquran di depan mereka. Ia ingin para kaum Quraisy mendengarkan indahnya Alquran. Merespon keinginan Abdullah, para sahabt-sahabat lain berkata, "Kami khawatir mereka akan mencelakaimu. Yang kami inginkan adalah seseorang yang memiliki keluarga besar yang dapat melindungi dan menjaganya dari kejahatan mereka, bila mereka berniat melakukannya."

Namun, Abdullah menjawab, "Biarkan aku melakukannya, karena Allah akan menjaga dan melindungiku!"

Kemudian ia pergi ke Masjidilharam dan berjalan ke arah Makam Ibrahim pada waktu Duha.

BERDAKWAH

Saat itu, suku Quraisy sedang duduk di sekeliling Kakbah. Abdullah lalu berdiri di depan Makam Ibrahim dan membacakan dengan suara keras, "Bismillahirrahmanirrahim, ar rahman, allamal quran, khalaqal insana, allamahul bayan (Tuhan Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Alquran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara)."

Mendengar bacaan itu, mau tak mau orang-orang Quraisy pun mulai meresapi bacaannya. Mereka berkata, "Apa yang sedang dibaca oleh Ibnu Ummi Abdin? Celaka dia! Dia sedang membaca sebagian ayat yang dibawa oleh Muhammad."

Mereka pun langsung menghampiri Abdullah dan memukuli wajahnya. Namun, ia masih saja meneruskan bacaannya hingga batas yang Allah tentukan. Kemudian ia datang menghampiri para sahabatnya dan darah pun mengalir dari tubuhnya. Para sahabatnya berkata, "Inilah yang kami khawatirkan pada dirimu."

Itulah penggalan bukti bahwa sahabat Nabi, Abdullah adalah orang yang berani berdakwah secara terang-terangan.

MENJELANG AJAL

Abdullah bin Mas'ud masih hidup hingga masa khilafah Utsman bin Affan Ra. Saat ia mendekati ajalnya, Utsman menjenguknya lalu bertanya, "Apa yang kau keluhkan?"

Ia menjawab, "Dosa-dosaku."

Utsman bertanya, "Apa yang kau inginkan?"

Ia menjawab, Rahmat Tuhanku."

Utsman bertanya, "Apakah engkau menginginkan jatahmu yang selalu kau tolak sejak bertahun-tahun lalu?"

Ia menjawab, "Aku tidak memerlukannya."

Utsman berkata, "Itu akan bermanfaat bagi putri-putrimu sepeninggalmu nanti."

Ia berkata, "Apakah engkau khawatir anak-anakku menjadi fakir? Aku telah memerintahkan mereka untuk membaca surat Al Waqiah setiap malam. Aku pernah mendengar sabda Rasul, 'Siapa yang membaca surat Al Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan terkena kefakiran untuk selamanya."

Begitu malam tiba, Abdullah bin Mas'ud meninggal dunia. Jenazahnya dishalatkan oleh ribuan kaum muslimin dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.

Related Posts