Istri Meninggalkan Anak Untuk Bekerja

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saya mau bertanya, apakah saya berdosa sebagai seorang ibu saya tidak sepenuhnya merawat anak saya yang masih kecil karena kondisi saya sebagai ibu rumah tangga, tetapi saya juga bekerja sebagai karyawati di sebuah kantor untuk membantu suami saya mencari nafkah.

Ilustrasi

Ini juga atas izin suami, karena kondisi ekonomi kami yang hanya pas-pasan. Maka dari itu kalau saya tinggal kerja, anak saya diasuh oleh neneknya atau mertua saya.

Saya bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Tapi, sebelum saya berangkat kerja, saya sudah melaksanakan tugas saya sebagai seorang Ibu. Anak saya sudah saya mandikan, sudah saya suapi juga buat sarapan.

Diatas adalah pertanyaan yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Purworejo.

Boleh, apalagi suami mengizinkan, asalkan Anda bisa membagi waktu dengan baik.

Perempuan bekerja bukan saja baru sekarang terjadi. Jauh hari, dari zaman dulu, Siti Khadijah pun demikian. Perempuan bekerja bukanlah hasil perkembangan zaman, tapi memang dari zaman dulu perempuan sudah biasa bekerja.

Bila ada seorang isteri bekerja di luar rumah, itu ada kebaikan. itu amal sedekah untuknya.

Jika memberikan hasil pekerjaannya untuk suami, orangtua, dan anak-anaknya, itu adalah sedekah. Istri bekerja itu bukanlah kewajiban.

Beda dengan suami, yang bekerja sebagai bentuk kewajiban untuk menafkahi keluarga. BIla istri memberi nafkah dari hasil kerjanya, maka itu adalah sedekah. Harus dibedakan.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...