Ikhlaskan Utang, Dapat Beasiswa Selama Kuliah

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Saat aku di pondok, siang itu tiba-tiba ada pemberitahuan lewat corong speaker bahwa ada yang mau menemuiku di ruang tamu. Maka aku segera bergegas menemui orang yang mencariku itu.

Ilustrasi

Ternyata kulihat sosok guruku saat aku kelas 2 SMA. Dia tersenyum padaku dan membawaku keluar ruang tamu, ke tempat yang lebih tenang.

"Nak Edwin, kamu ada uang nggak? Ibu mau pinjam. Nanti ibu akan ganti uangnya.

"Sebentar ya, Bu, saya tanyakan orang tua dulu. Nanti kalau boleh, saya pinjamkan. Kira-kira berapa, Bu?" tanyaku.

"Tujuh ratus ribuan, ada nggak?"

"Saya tanyakan dulu ya, Bu. Tunggu dulu ya," sambil aku beranjak ke tempat ruangan lain untuk menelepon orang tuaku.

Sebenarnya, di tabungan ada uang yang ibu guru itu minta dan aku mau sekali membantunya karena aku kasihan. ia sudah sangat tua dan sudah tidak punya suami.

Tetapi aku tidak berani langsung memutuskan karena uang yang aku miliki bukanlah uangku melainkan uang orangtuaku.

Jadi aku harus izin orangtuaku dulu. Apalagi saat aku sadari bahwa kamu bukanlah keluarga yang terlalu mampu Rp. 700.000 begitu berat bagi keluarga kami untuk saat itu.

Setelah aku meminta izin kepada orangtuaku, akhirnya mereka mengizinkanku untuk meminjamkan uang tersebut pada guruku.

Walaupun, aku sendiri juga yang harus menjalani konsekwensinya. Tapi saat itu aku sangat ikhlas meminjamkannya.

Sayang, ternyata, uangnya tidak dikembalikan. Akhirnya, kami sekeluarga sepakat mengikhlaskan uang tersebut.

Subhanallah beberapa hari setelah itu, aku memperoleh beasiswa penuh dari sebuah instansi untuk pembiayaan uang saku kuliahku sebesar Rp. 1.200.000,- perbulan dan selama 4 tahun kuliah, dengan seluruh biaya kuliah juga digratiskan.

Kami sekeluarga sangat senang karena aku masih diberi kesempatan untuk bisa melanjutkan kuliah gratis plus ditambah uang tambahan setiap bulannya sebesar Rp. 1.200.000 untuk keperluan kuliahku.

Related Posts