Hukum Pernikahan Wanita Yang Sudah Hamil

shares |

Advertisement
Advertisement
AkuIslam.ID - Hal ini masih selalu menjadi pikiran dalam otak saya. Saya punya beberapa pertanyaan mengenai pernikahan, yang wanitanya hamil duluan:

Ilustrasi

Apakah pernikahan mereka itu sah, padahal sang istri sudah hamil terlebih dahulu?

Seandainya anaknya perempuan, dan apakah benar jika ayahnya tidak boleh jadi wali jika sang anak akan menikah?

Diatas merupakan pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Jakarta

Hadits Nabi mengatakan, "Jangan bercocok tanam di atas tanaman orang lain." Dari hadits ini, ada dua pendapat ulama. Pendapat pertama mengatakan bahwa kalau memang yang menghamili itu adalah Anda, maka Anda boleh menikahi dia (wanita itu).

Karena, bunyi hadits itu tidak boleh bercocok tanam di atas tanaman orang lain. Pendapat kedua mengatakan bahwa walaupun yang menghamili itu adalah Anda, maka Anda tetap tidak boleh menikahi dia. boleh menikahi dia kalau dia sudah melahirkan.

Meskipun kondisi janin wanita yang Anda hamili itu masih 3 bulan. Tetap harus ditunggu. Nah, Anda mau mengikuti pendapat yang mana?

Menurut saran saya, akan lebih baik bila sesudah dia melahirkan, maka Anda tetap harus menikahi dia lagi. Dalam ilmu fiqh disebut Tajdidun Nikah (perbaharuan nikah).

Bukan pernikahan baru. Anda tidak perlu ke KUA. Yang terpenting, dalam Tajdidun Nikah itu terpenuhinya syarat dan rukun nikah. Ada pengantin laki-laki; ada pengantin perempuan, ada wali, ada 2 orang saksi; ada ijab kabul; dan ada mahar.

Status anak itu adalah anak ibunya, bukan bapaknya. Karena, dalam Islam, anak yang lahir di luar pernikahan itu adalah anak ibunya, bukan anak bapaknya.

Related Posts